Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Target PAD 1 Miliar, DLH Agara Nilai Terlalu Besar

badge-check


					Target PAD 1 Miliar, DLH Agara Nilai Terlalu Besar Perbesar

ACEH TENGGARA, Harianpaparazzi.com – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tenggara tidak tercapai.

Berdasarkan data laporan progres capaian realisasi PAD bidang Pendapat Asli Daerah (PAD) Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) mencatat untuk Dinas Lingkungan Hidup tahun anggaran 2025 yaitu tercatat sebesar Rp1 miliar.

Namun yang terealisasi baru tercatat sebesar Rp325 juta lebih atau 32,53 persen dari target 100 persen yang dibebankan.

Merujuk kepada data laporan progres capaian PAD Aceh Tenggara tahun anggaran 2025 tersebut masih terdapat sekira Rp600 juta lebih PAD yang belum tercapai pada DLH Aceh Tenggara.

Sementara itu Kepala Dinas Dinas DLHK Ahmad Yani didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Sapta Marga membenarkan target PAD yang dibebankan kepada DLH Aceh Tenggara pada tahun anggaran 2025 sebesar Rp1 miliar.

“Benar terget PAD yang dibebankan kepada DLH memang tidak tercapai sepenuhnya,” kata Sapta kepada harianpaparzzi.com, Senin, (27/4/2026).

Sapta menjelaskan, tidak tercapai target PAD ini disebabkan target PAD yang dibebankan dianggap terlalu besar. Dengan kondisi retribusi yang mampu di dapat oleh DLH Aceh Tenggara, jelasnya.

Sapta juga mengatakan, pada pengusulan DLH Aceh Tenggara mengusulkan target PAD berkisar sebesar Rp400 juta lebih yang bersumber dari retribusi sampah dan sumber lainnya.

Sapta menyebutkan, soal target PAD sebesar Rp1 miliar sudah pernah di tolak oleh pihaknya pada pelaksanaan rapat – rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) Aceh Tenggara. Karena dianggap terlalu besar.

“Penolakan tersebut disampaikan secara lisan pada saat forum rapat bersama TAPK. Namun, penolakan secara tersurat tidak disampaikan,”ujar Sapta.

Dengan kondisi saat ini kata Sapta, apa sebenarnya kajian yang dilakukan oleh Pemkab Aceh Tenggara sehingga menetapkan beban target PAD 1 miliar yang melebihi kemampuan retribusi yang mampu dikumpulkan oleh DLH, tutupnya. ( M Yusuf )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Aceh Hadiri Relaunching AMANAH, Dorong Peran Strategis Generasi Muda

27 April 2026 - 15:36 WIB

Aceh–Jawa Tengah Perkuat Sinergi, Targetkan Transaksi Ekonomi Tembus Rp1 Triliun

27 April 2026 - 15:32 WIB

Sekda Aceh Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

27 April 2026 - 15:22 WIB

HUT ke-27 Aceh Singkil: Wagub Ajak Perkuat Sinergi demi Pembangunan Berkelanjutan

27 April 2026 - 15:12 WIB

DLH Agara Bina 16 Sekolah Adiwiyata 2026

27 April 2026 - 13:03 WIB

Trending di Aceh