Taput, harianpaparazzi.com – Tiga tahun lalu, sebuah jembatan penghubung antar desa di Kenegerian Siualuompu Kecamatan Tarutung Tapanuli Utara ambruk akibat sungai Aek Haidupan meluap.
Masyarakat dan pemerintahan desa mencoba menghimpun dana membuat jembatan darurat namun cuaca ekstrim dan luapan sungai kemudian kembali menghancurkan jembatan darurat dimaksud.
Selain merobohkan jembatan, pipa induk air bersih yang melintang diatas sungai ikut rusak, namun kemudian pihak terkait memperbaiki pipa yang rusak sementara jembatan belum tergantikan.
Bencana alam banjir longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatera Utara tahun lalu termasuk Taput juga memicu meluapnya kembali sungai Haidupan dan merusak sebagian badan jalan di sekitar jembatan,hingga kini belum tertangani.
Setelah tiga tahun berlalu sebuah jembatan permanen dibangun, berkat kolaborasi TNI dan Pemkab Taput.
Karya TNI melalui kolaborasi dengan Pemkab Taput menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp.475 juta pembuatan pondasi jembatan.

Jembatan Belly Siualuompu kolaborasi TNI-Pemkab Taput yang diresmikan pemakaiannya oleh Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjen TNI Hendi Antariksa bersama Bupati Tapanuli Utara Jonius TP Hutabarat pada 4 Juni 2026 lalu mendapat mendapat perhatian dari masyarakat pengguna.
“Kita warga kenegerian Siualuompu menyampaikan terimakasih kepada TNI dan Pemkab Taput yang membangun jembatan baru yang dinantikan masyarakat selama tiga tahun sejak jembatan lama ambruk oleh bencana banjir” ujar Piter Thomson Hutagalung
Dibalik kebanggaan atas hadirnya jembatan bally, masih ada yang kurang lengkap, justru jembatan Belly yang telah diresmikan belum maksimal manfaatnya, akibat badan jalan yang putus disekitar belum ditangani oleh pihak terkait.
Dimintai pendapat, Sabtu kemarin, Piter Thomson Hutagalung yang juga ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Hutagalung Siualuompu selain berharap kepada pihak berwenang agar badan jalan yang ambles diperbaiki sehingga fungsi jembatan Belly karya TNI boleh digunakan maksimal.
Kapasitas selaku ketua BPD Hutagalung Siualuompu Piter Thomson berharap kepada Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendi Antariksa boleh berkenan berkomunikasi dengan pihak BWSS II Medan selaku pihak terkait agar badan jalan dan tembok penahan sungai Haidupan segera ditangani.
“Kita yakin pak Hendi Antariksa memberikan perhatian untuk itu, mengingat saat peresmian jembatan Belly, beliau melihat dari dekat kondisi badan jalan yang masih rusak dan belum bisa dilalui sama sekali” ujar Piter Thomson.
Agar jembatan Belly Siualuompu yang dibangun melalui kolaborasi TNI dan Pemkab Taput boleh maksimal digunakan kala badan jalan yang ambruk sudah diperbaiki secara permanen, pungkas Piter Thomson. (Marudut)







