Menu

Mode Gelap
Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers 11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA

Aceh

Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh

badge-check


					Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Perbesar

Banda Aceh, Harianpaparazzi.com – Aceh kembali kehilangan salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarahnya. Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr. Zaini Abdullah, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abu Doto, wafat pada Sabtu (13/6/2026).

Kabar duka tersebut disampaikan Pemerintah Aceh melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Pemerintah Aceh turut berduka atas berpulangnya dr. Zaini Abdullah. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum serta memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Nurlis.

Kepergian Abu Doto bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan sahabat dekatnya. Bagi masyarakat Aceh, kepergian tokoh yang pernah berada di garis depan perjuangan politik dan perdamaian itu juga membangkitkan kembali ingatan panjang tentang perjalanan Aceh menuju masa damai.

Tidak banyak tokoh Aceh yang menjalani kehidupan di dua dunia yang berbeda sekaligus. Abu Doto dikenal sebagai seorang dokter yang mengabdikan hidupnya untuk dunia kesehatan. Namun sejarah kemudian menempatkannya dalam perjalanan panjang yang membuat namanya lekat dengan dinamika politik Aceh hingga proses perdamaian yang mengakhiri konflik berkepanjangan di Tanah Rencong.

Dalam perjalanan itu, Abu Doto menjadi salah satu figur yang dikenal luas oleh masyarakat Aceh. Namanya tidak hanya hadir dalam ruang pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam berbagai fase penting yang membentuk wajah Aceh modern.

Saat damai mulai bersemi pasca konflik, Abu Doto menjadi bagian dari generasi pemimpin yang mendapat mandat langsung dari rakyat untuk memimpin Aceh.

Sebagai Gubernur Aceh periode 2012 hingga 2017, ia memimpin daerah yang saat itu sedang berupaya bangkit dari berbagai tantangan besar. Mulai dari konsolidasi perdamaian, pembangunan ekonomi, hingga penguatan tata kelola pemerintahan pasca konflik dan pascatsunami.

Pada masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan dan penguatan lembaga pemerintahan daerah terus dilakukan sebagai bagian dari proses membangun stabilitas Aceh yang lebih baik.

Bagi sebagian masyarakat, Abu Doto dikenal sebagai sosok yang tenang, sederhana dan lebih banyak bekerja dibanding berbicara. Karakter tersebut membuat dirinya memiliki tempat tersendiri di hati banyak kalangan, terutama mereka yang pernah mengikuti perjalanan panjang Aceh dari masa konflik menuju masa damai.

Pemerintah Aceh menilai dedikasi dan pengabdian almarhum telah menjadi bagian penting dari sejarah daerah.

“Dedikasi dan pengabdian beliau menjadi bagian dari perjalanan sejarah Aceh yang akan terus dikenang,” kata Nurlis.

Kini Abu Doto telah pergi.

Namun bagi banyak masyarakat Aceh, nama dr. Zaini Abdullah tidak hanya tercatat sebagai mantan gubernur. Ia dikenang sebagai salah satu tokoh yang hidup dalam fase-fase penting perjalanan Aceh, dari masa penuh gejolak hingga masa damai yang dinikmati masyarakat saat ini.

Kepergiannya menutup satu bab perjalanan seorang tokoh. Tetapi jejak pengabdian, gagasan, dan kontribusinya bagi Aceh akan tetap menjadi bagian dari sejarah yang sulit dipisahkan dari perjalanan daerah ini.

Aceh berduka.

Seorang dokter, seorang pemimpin, dan seorang putra daerah yang pernah ikut mengantar Aceh melewati salah satu periode terpenting dalam sejarahnya, kini telah berpulang. (daus leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ledakan KM Aceh Hebat 2 Lukai 14 Orang, TNI AL Turun Tangan Evakuasi Korban

13 Juni 2026 - 14:48 WIB

Jalan Belum Pulih, Ekonomi Aceh Tengah Terancam Lumpuh hingga Empat Tahun

11 Juni 2026 - 15:06 WIB

11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan

10 Juni 2026 - 17:51 WIB

Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA

9 Juni 2026 - 16:54 WIB

PHE NSO Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan, Siswa SMPN 6 Lhokseumawe Dilatih Kelola Sampah

9 Juni 2026 - 14:35 WIB

Trending di Aceh