Menu

Mode Gelap
Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers 11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA

Aceh

Kepala Desa Suka Damai Bantah Pernah Ancam dan Warga dan Tebang Tanaman

badge-check


					Kepala Desa Suka Damai Bantah Pernah Ancam dan Warga dan Tebang Tanaman Perbesar

Aceh Timur, Harianpaparazzi.com – Terkait adanya dugaan laporan pengacaman, penebangan tanaman dan pengancaman serta pembakaran gubuk di Kavling nomor 54 Desa Suka Damai, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Seperti yang dilapor Abdul Wahab yang mengaku sebagai korban.

Kepala Desa Suka Damai Tiansyah membantah dengan tegas hal tersebut dan harus meluruskan informasi yang pernah dilansir di sebuah media online.

“Demi Allah saya bersumpah tidak pernah melakukan pengancaman, apalagi Abdul Wahab adalah warga desa saya sendiri, walaupun pun ia baru 2 tahun 6 bulan berdomisili. Dan saya juga tidak pernah menjemput atau memanggil Abdul Wahab,” kata Tiansyah dalam keterangan tertulis. Senin 15 Juni 2026.

Tiainsyah juga menjelaskan bahwa pada tanggal 4 Juni 2026, sekitar 15.15 WIB. “Hari itu saya diminta hadir oleh masyarakat untuk meluruskan sangketa batas tanah. Namun upaya mediasi tidak berhasil. Awalnya ada laporan dari warga, bahwa Abdul Wahab telah menanami tanaman di lahan orang lain sehingga terjadi perselisihan, lahan milik orang lain diantaranya, milik S, Rijal dan milik Wakleng, makanya datang saya datang untuk meluruskan atau mediasi, namun tidak berhasil” ungkap Tiainsyah.

Terkait masalah pembakaran gubuk dan penebangan tanaman, Tiainsyah juga mengatakan bahwa hal tersebut diluar sepengetahuan dirinya. “Saya baru mengetahui hal tersebut pada Juml’at malam, itupun di kasih tahu oleh kanitres Pante Bidari,” katanya.

Oleh karena itu. Sebagai Kepala Desa Suka Damai Tiainsyah merasa perlu meluruskan informasi yang telah beredar di sebuah media online. Agar publik tahu kejadian yang sebenarnya dan tidak terjadi fitnah, demikian, kata Kepala Desa Suka Damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal

15 Juni 2026 - 19:20 WIB

Satgas PPA Kecam Dugaan Penganiayaan Konsumen oleh Oknum Kolektor FIF di Aceh Utara

14 Juni 2026 - 18:14 WIB

Pengangkatan Mantan Direktur PT Beurata Maju Tersangka Korupsi Rp1,2 Miliar Diduga Bermasalah, Sejumlah Nama Disebut di Persidangan

13 Juni 2026 - 22:27 WIB

Diduga Diancam, Tanaman Ditebang, dan Gubuk Dibakar, Warga Laporkan Geuchik ke Aparat Penegak Hukum

13 Juni 2026 - 22:21 WIB

Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh

13 Juni 2026 - 16:56 WIB

Trending di Aceh