Menu

Otomatis
Breaking News

Aceh

Diduga Diancam, Tanaman Ditebang, dan Gubuk Dibakar, Warga Laporkan Geuchik ke Aparat Penegak Hukum

badge-check

Diduga Diancam, Tanaman Ditebang, dan Gubuk Dibakar, Warga Laporkan Geuchik ke Aparat Penegak Hukum Perbesar

ACEH TIMUR | Harian Paparazzi – Seorang warga bernama Abdul Wahab mengaku menjadi korban dugaan pengancaman, penebangan tanaman, dan pembakaran gubuk di lahan kebun miliknya yang berada di Kavling Merkusi Nomor 54. Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut keterangan Abdul Wahab, dugaan pengancaman terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 15.14 WIB, di lokasi kebun yang menjadi objek sengketa batas tanah.

Abdul Wahab menyebutkan, saat itu seorang geuchik berinisial TA bersama dua rekannya yang berinisial S dan T mendatangi dirinya di lokasi kebun. Ia mengaku mendapat intimidasi dan ancaman secara lisan terkait persoalan batas tanah tersebut.

“Saya didatangi oleh terlapor bersama dua orang rekannya. Salah satu di antaranya membawa pedang. Saat itu saya mendapat ancaman karena tidak bersedia menggeser batas tanah yang menurut saya tidak memiliki dasar yang jelas,” ujar Abdul Wahab, Sabtu (13/6/2026).

Ia mengaku sempat merekam percakapan tersebut secara diam-diam sebagai bentuk dokumentasi. Rekaman suara dan foto disebut telah disiapkan sebagai barang bukti.

Tidak hanya itu, Abdul Wahab juga mengaku mengalami kerugian lain tujuh hari setelah peristiwa pengancaman tersebut.

Pada Jumat, 12 Juni 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, saat tiba di kebunnya, ia mendapati sejumlah tanaman telah ditebang. Selain itu, gubuk yang berada di lokasi kebun ditemukan dalam keadaan hangus terbakar dan masih mengeluarkan asap.

“Saat saya datang ke kebun, tanaman sudah dipotong dan gubuk saya sudah hangus terbakar. Kondisinya masih berasap,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sehari sebelum kejadian, dirinya sempat melihat salah seorang yang disebut dalam peristiwa ancaman sebelumnya berada di sekitar lokasi kebun.

“Satu hari sebelum kejadian saya melihat saudara T berkeliling di sekitar lokasi seperti sedang mengamati atau menyurvei tempat tersebut,” ungkapnya.

Dalam laporannya, Abdul Wahab turut mencantumkan sejumlah nama yang disebut mengetahui atau menyaksikan peristiwa dugaan pengancaman pada 4 Juni 2026. Mereka antara lain Rizal, Wak Leng, Rama, Sri, Hardi, Anwar yang menjabat sebagai sekretaris desa, serta Idris yang merupakan suami terlapor.

Abdul Wahab berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan pengancaman, penebangan tanaman, dan pembakaran gubuk tersebut secara profesional dan transparan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait tuduhan yang disampaikan pelapor. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sampai adanya putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.

(Tri Nugroho Panggabean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Satpam RSUD Cut Meutia Minta Rp300 Ribu untuk Pengurusan Kamar Pasien

24 Agu 2026 - 11:21 WIB

Diduga Satpam RSUD Cut Meutia Minta Rp300 Ribu untuk Pengurusan Kamar Pasien

PDAM Bangun Jaringan Baru, Warga Pesisir Seunuddon 25 Tahun Menunggu Air Bersih

20 Agu 2026 - 22:59 WIB

PDAM Bangun Jaringan Baru, Warga Pesisir Seunuddon 25 Tahun Menunggu Air Bersih

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Bekali Mahasiswa Baru PNL Wawasan Kebangsaan

19 Agu 2026 - 19:32 WIB

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Bekali Mahasiswa Baru PNL Wawasan Kebangsaan

Ketika Kadis Membuka Sendiri Kotak Pandora Anggaran: Seremoni 17 Agustus Bakesbangpol Rp850 Juta Lebih Jadi Sorotan

17 Agu 2026 - 17:35 WIB

Ketika Kadis Membuka Sendiri Kotak Pandora Anggaran: Seremoni 17 Agustus Bakesbangpol Rp850 Juta Lebih Jadi Sorotan

Menuai Kritik, Pejabat Aceh Utara Lebih Pilih Warung Kopi Ketimbang Upacara HUT RI

17 Agu 2026 - 11:15 WIB

Menuai Kritik, Pejabat Aceh Utara Lebih Pilih Warung Kopi Ketimbang Upacara HUT RI
Trending di Aceh