Menu

Mode Gelap
Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan Massa Bakal Gelar Aksi ke Polres Jika Hingga Kamis Pelaku Penganiayaan Anak Belum Ditangkap Kejari Batu Bara Eksekusi DPO Kasus Penipuan, Buronan Sejak 2022 Akhirnya Ditahan Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Pria di Biru-Biru, Sita Sabu 5,79 Gram

Aceh

Pj Walikota Lhokseumawe Sesalkan Masyarakat Masih Buang Sampah Sembarangan

badge-check

Pj Walikota Lhokseumawe Sesalkan Masyarakat Masih Buang Sampah Sembarangan Perbesar

Lhokseumawe, harianpaparazzi.comSeruan dan ajakan pemerintah Kota Lhokseumawe berulang kali setiap tahun agar masyarakat menjaga kebersihan, namun tetap saja ajakan tersebut tidak dihiraukan bahkan warga membuang sampah sembarangan tempat di beberapa lokasi.

Kepala Dinas Lingkungan hidup (DLH) Pemko Lhokseumawe Syoeib, S. Sos mencontohkan di perbatasan Aceh Utara dengan kota Batuphat kecamatan Muara satu saat razia terbukti bukan hanya masyarakat Batuphat membuang sampah sembarangan di perbatasan itu melainkan warga Aceh Utara ikut membuang sampah ke wilayah Kota Lhokseumawe.

Kondisi masyarakat Pemko Lhokseumawe belum patuh dengan kebersihan selama ini terlihat dari proses pembuangan sampah rumah tangga ke titik lokasi belum sama sekali sesuai jadwal. Misalnya Pihak dinas Lingkungan hidup berulang-ulang memberitahukan agar jangan membuang sampah pada pagi hari atau setelah dipungut petugas, namun hal itu tetap dilanggar.

“Imbauan ini sudah sering kita sampaikan ke desa-desa, bahkan pihaknya juga bekerjasama dengan masjid melalui ceramah jumat agar saling menjaga kebersihan membuang sampah pada sore hingga malam hari dan membantu petugas dalam memungut sampah namun sampai saat ini masih dilanggar warga.”

Dari kondisi demikian, Syoeb mengungkapkan, bagaimana mungkin pihaknya dapat menjumlahkan berapa persen jumlah sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) setiap harinya, bila masyarakatnya belum patuh jadwal membuang sampah. Menurutnya, Dari 90 ton sampah perhari, yang dihasilkan dari 4 kecamatan dan diangkut secara berulang-ulang, seharusnya Pemko Lhokseumawe sudah selayaknya memiliki aturan tegas dan sanksi dalam penanganan sampah. 

Satu-satunya jalan dapat dilakukan pihaknya saat ini, mencoba bekerjasama sama dengan perangkat desa membentuk satuan tugas penanganan sampah di mulai masing-masing desa, salah satunya pemilahan jenis sampah. 

Sementara itu Pj Walikota Lhokseumawe A. Hanan dalam acara minum kopi bersama Jum’at (2/8/2024) mengajak Forum komunikasi pimpinan daerah mendukung dan menjaga kebersihan kota Lhokseumawe.

“Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih dan nyaman,” ujarnya di hadapan sejumlah Forkopimda.

Dirinya juga mengajak untuk berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan Penataan Parkir di kota, dengan memperkuat regulasi, meningkatkan fasilitas, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. 

Langkah-langkah konkret akan segera diimplementasikan, termasuk penyediaan tong sampah tambahan, sosialisasi melalui mobil halo-halo, penegakan Perwal, pemberdayaan masyarakat, dan program reward bagi yang patuh. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kapolda Aceh Jalin Silaturahmi dengan DJBC Aceh, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

10 Juli 2026 - 10:01 WIB

Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

9 Juli 2026 - 19:38 WIB

Pegadaian Syariah Gelar Khitanan Massal di Aceh Tamiang, 110 Anak Ikuti Program “Langkah Emas Anak Sholeh”

9 Juli 2026 - 13:13 WIB

Babinsa dan Warga Lembur Cor Lantai Jembatan Beton Lawe Sikap

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Massa Bakal Gelar Aksi ke Polres Jika Hingga Kamis Pelaku Penganiayaan Anak Belum Ditangkap

8 Juli 2026 - 12:18 WIB

Trending di Aceh