Menu

Mode Gelap
Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

Aceh

Herman Fithra: Konflik Pilkada Aceh Hanya Sebuah Riak Minimalis dan Segera Pulih

badge-check


					Herman Fithra: Konflik Pilkada Aceh Hanya Sebuah Riak Minimalis dan Segera Pulih Perbesar


Lhokseumawe, harianpaparazzi.com – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof. Dr., S.T., M.T., IPM., Herman Fithra Asean.Eng, memandang tindak kekerasan selama Pilkada Aceh hanya sebuah riak kecil. Dirinya optimis masyarakat Aceh dewasa membaca persoalan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Herman Fitrha usai menghadiri pengukuhan kepengurusan JMSI di Pendopo Lhokseumawe, Kamis (21.11).

Analisanya, dua aksi kekerasaan belakangan ini dilakukan khususnya saat pagi hari di mana warga tengah terlelap tidur oleh orang tak dikenal selama Pilkada hanya ingin ujuk kekuatan.

“biasa lah riak riak kecil, jangan kan pilih bupati, gubernur, pilih geuchik aja pasti ada riak-riak seperti itu, biasalah dan saya yakin orang Aceh sangat dewasa dalam hal ini.”

Ungkapnya, harapan ingin meraih kemenangan ahkirnya menghalalkan segala cara dan inilah yang dpertontonkan dari masing-masing Paslon, karena ke khawatiran akan kalah.

Seharusnya, tim pemenangan memberikan pendidikan politik dengan cara menjual program ke depan. Bukan semata semangat berapi-api dalam merebut kekuasaan.

Rektor Unimal itu, menilai pencoblosan tinggal 1 minggu lagi, justru para pemain di media sosial, masih terus menerus menyumbang konflik. Saling membully, menghujat dan menjelek kan satu sama lain.

Dirinya mempertayakan, mengapa masing-masing Palson bukan mengkritisi dan mengawal sebuah isi debat kandidat . Namun justru membuat ke 2 pendukung lapis paling bawah saling bertempur. Padahal ke 2 elit Paslon gubernur kenyataan nya di lapangan mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah.

“seharusnya isi debat kandidat itu yang harus dikritisi dan dikawal hingga program mereka jual benar-benar diwujudkan dilapangan, bukan malah seperti sekarang saling menghujat dan mejelekan satu sama lain.”

Menurutnya, agar konflik di Sosmed tidak terus menerus menular ke lapangan, peran pemuda kalangan Gen z, dan Gen X ini, perlu dilibatkan, karena mamahami sekali bagaimana menangkal hoaxs.

Dirinya Optimis, Pilkada Aceh akan berjalan aman, dan sependapat dengan Kapolda Aceh menyatakan Pilkada akan berjalan damai.

Keyakinan nya ini, di dasarkan sejak bergulirnya Era Refomasi hingga sekarang, setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah selalu berjalan aman dan damai. Tidak seperti daerah lain aksi pembakaran gedung pemerintah, aksi saling bunuh terjadi di mana –mana.

Aksi kekerasan selama Pilkada Aceh pertama terjadi pelemparan sebuah granat di rumah calon gubernur Aceh Bustami Hamzah Senin (2/9) sekitar pukul 05.15 pagi oleh orang tak dikenal.

Selanjutnya Pembakaran kendaraan roda 4 milik salah satu pendukung Pasangan H. Sulaiman-Abdul Hamid (SAH). Diduga pembaklaran itu dilakukan OTK di Gampong Seuneubok Buloh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, juga dilakukan pagi hari pukul 4.00 pagi WIB (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bau Sulfur menyengat di PT. PEMA, Gubernur Aceh Harus Turun Tangan

22 Januari 2026 - 16:57 WIB

Dugaan Pemalsuan Dokumen BLT 2024 di Blang Majron Mandek, Ketua YARA Lhokseumawe Desak Kepastian Hukum

22 Januari 2026 - 10:05 WIB

Pembuktian Penggugat Dinilai Lemah dalam Perkara 18/Pdt.G/2025/PN Lhoksukon

21 Januari 2026 - 19:13 WIB

Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi

20 Januari 2026 - 16:40 WIB

Bupati Salim Fakhry Peusijuek, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah

20 Januari 2026 - 11:09 WIB

Trending di Aceh