Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Herman Fithra: Konflik Pilkada Aceh Hanya Sebuah Riak Minimalis dan Segera Pulih

badge-check

Herman Fithra: Konflik Pilkada Aceh Hanya Sebuah Riak Minimalis dan Segera Pulih Perbesar


Lhokseumawe, harianpaparazzi.com – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof. Dr., S.T., M.T., IPM., Herman Fithra Asean.Eng, memandang tindak kekerasan selama Pilkada Aceh hanya sebuah riak kecil. Dirinya optimis masyarakat Aceh dewasa membaca persoalan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Herman Fitrha usai menghadiri pengukuhan kepengurusan JMSI di Pendopo Lhokseumawe, Kamis (21.11).

Analisanya, dua aksi kekerasaan belakangan ini dilakukan khususnya saat pagi hari di mana warga tengah terlelap tidur oleh orang tak dikenal selama Pilkada hanya ingin ujuk kekuatan.

“biasa lah riak riak kecil, jangan kan pilih bupati, gubernur, pilih geuchik aja pasti ada riak-riak seperti itu, biasalah dan saya yakin orang Aceh sangat dewasa dalam hal ini.”

Ungkapnya, harapan ingin meraih kemenangan ahkirnya menghalalkan segala cara dan inilah yang dpertontonkan dari masing-masing Paslon, karena ke khawatiran akan kalah.

Seharusnya, tim pemenangan memberikan pendidikan politik dengan cara menjual program ke depan. Bukan semata semangat berapi-api dalam merebut kekuasaan.

Rektor Unimal itu, menilai pencoblosan tinggal 1 minggu lagi, justru para pemain di media sosial, masih terus menerus menyumbang konflik. Saling membully, menghujat dan menjelek kan satu sama lain.

Dirinya mempertayakan, mengapa masing-masing Palson bukan mengkritisi dan mengawal sebuah isi debat kandidat . Namun justru membuat ke 2 pendukung lapis paling bawah saling bertempur. Padahal ke 2 elit Paslon gubernur kenyataan nya di lapangan mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah.

“seharusnya isi debat kandidat itu yang harus dikritisi dan dikawal hingga program mereka jual benar-benar diwujudkan dilapangan, bukan malah seperti sekarang saling menghujat dan mejelekan satu sama lain.”

Menurutnya, agar konflik di Sosmed tidak terus menerus menular ke lapangan, peran pemuda kalangan Gen z, dan Gen X ini, perlu dilibatkan, karena mamahami sekali bagaimana menangkal hoaxs.

Dirinya Optimis, Pilkada Aceh akan berjalan aman, dan sependapat dengan Kapolda Aceh menyatakan Pilkada akan berjalan damai.

Keyakinan nya ini, di dasarkan sejak bergulirnya Era Refomasi hingga sekarang, setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah selalu berjalan aman dan damai. Tidak seperti daerah lain aksi pembakaran gedung pemerintah, aksi saling bunuh terjadi di mana –mana.

Aksi kekerasan selama Pilkada Aceh pertama terjadi pelemparan sebuah granat di rumah calon gubernur Aceh Bustami Hamzah Senin (2/9) sekitar pukul 05.15 pagi oleh orang tak dikenal.

Selanjutnya Pembakaran kendaraan roda 4 milik salah satu pendukung Pasangan H. Sulaiman-Abdul Hamid (SAH). Diduga pembaklaran itu dilakukan OTK di Gampong Seuneubok Buloh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, juga dilakukan pagi hari pukul 4.00 pagi WIB (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

SPBU 14.244.497 di Aceh Tamiang Diduga Layani Pembelian Solar Menggunakan Jeriken

26 Sep 2026 - 12:32 WIB

SPBU 14.244.497 di Aceh Tamiang Diduga Layani Pembelian Solar Menggunakan Jeriken

Tiga Kendaraan Diduga Terkait “Ninja Sawit” Diserahkan Warga ke Polres Lhokseumawe

25 Sep 2026 - 19:03 WIB

Tiga Kendaraan Diduga Terkait “Ninja Sawit” Diserahkan Warga ke Polres Lhokseumawe

FPRMI Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

24 Sep 2026 - 14:09 WIB

FPRMI Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

Diduga Bakal Jadi Tersangka, Mantan Plt Dirut RSU Cut Meutia Diperiksa Kejari Terkait Dana BLUD

22 Sep 2026 - 20:14 WIB

Diduga Bakal Jadi Tersangka, Mantan Plt Dirut RSU Cut Meutia Diperiksa Kejari Terkait Dana BLUD

Oknum Danramil 10 Tanah Luas Diduga Titip Program Pengadaan HT, Kuras Uang Desa Rp111 jt

22 Sep 2026 - 19:36 WIB

Oknum Danramil 10 Tanah Luas Diduga Titip Program Pengadaan HT, Kuras Uang Desa Rp111 jt
Trending di Aceh