Menu

Mode Gelap
Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers 11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Terima Salinan LPJ Desa Lubuk Cuik Tahun 2025 Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa

Aceh

Herman Fithra: Konflik Pilkada Aceh Hanya Sebuah Riak Minimalis dan Segera Pulih

badge-check


					Herman Fithra: Konflik Pilkada Aceh Hanya Sebuah Riak Minimalis dan Segera Pulih Perbesar


Lhokseumawe, harianpaparazzi.com – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof. Dr., S.T., M.T., IPM., Herman Fithra Asean.Eng, memandang tindak kekerasan selama Pilkada Aceh hanya sebuah riak kecil. Dirinya optimis masyarakat Aceh dewasa membaca persoalan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Herman Fitrha usai menghadiri pengukuhan kepengurusan JMSI di Pendopo Lhokseumawe, Kamis (21.11).

Analisanya, dua aksi kekerasaan belakangan ini dilakukan khususnya saat pagi hari di mana warga tengah terlelap tidur oleh orang tak dikenal selama Pilkada hanya ingin ujuk kekuatan.

“biasa lah riak riak kecil, jangan kan pilih bupati, gubernur, pilih geuchik aja pasti ada riak-riak seperti itu, biasalah dan saya yakin orang Aceh sangat dewasa dalam hal ini.”

Ungkapnya, harapan ingin meraih kemenangan ahkirnya menghalalkan segala cara dan inilah yang dpertontonkan dari masing-masing Paslon, karena ke khawatiran akan kalah.

Seharusnya, tim pemenangan memberikan pendidikan politik dengan cara menjual program ke depan. Bukan semata semangat berapi-api dalam merebut kekuasaan.

Rektor Unimal itu, menilai pencoblosan tinggal 1 minggu lagi, justru para pemain di media sosial, masih terus menerus menyumbang konflik. Saling membully, menghujat dan menjelek kan satu sama lain.

Dirinya mempertayakan, mengapa masing-masing Palson bukan mengkritisi dan mengawal sebuah isi debat kandidat . Namun justru membuat ke 2 pendukung lapis paling bawah saling bertempur. Padahal ke 2 elit Paslon gubernur kenyataan nya di lapangan mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah.

“seharusnya isi debat kandidat itu yang harus dikritisi dan dikawal hingga program mereka jual benar-benar diwujudkan dilapangan, bukan malah seperti sekarang saling menghujat dan mejelekan satu sama lain.”

Menurutnya, agar konflik di Sosmed tidak terus menerus menular ke lapangan, peran pemuda kalangan Gen z, dan Gen X ini, perlu dilibatkan, karena mamahami sekali bagaimana menangkal hoaxs.

Dirinya Optimis, Pilkada Aceh akan berjalan aman, dan sependapat dengan Kapolda Aceh menyatakan Pilkada akan berjalan damai.

Keyakinan nya ini, di dasarkan sejak bergulirnya Era Refomasi hingga sekarang, setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah selalu berjalan aman dan damai. Tidak seperti daerah lain aksi pembakaran gedung pemerintah, aksi saling bunuh terjadi di mana –mana.

Aksi kekerasan selama Pilkada Aceh pertama terjadi pelemparan sebuah granat di rumah calon gubernur Aceh Bustami Hamzah Senin (2/9) sekitar pukul 05.15 pagi oleh orang tak dikenal.

Selanjutnya Pembakaran kendaraan roda 4 milik salah satu pendukung Pasangan H. Sulaiman-Abdul Hamid (SAH). Diduga pembaklaran itu dilakukan OTK di Gampong Seuneubok Buloh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, juga dilakukan pagi hari pukul 4.00 pagi WIB (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Belum Pulih, Ekonomi Aceh Tengah Terancam Lumpuh hingga Empat Tahun

11 Juni 2026 - 15:06 WIB

11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan

10 Juni 2026 - 17:51 WIB

Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA

9 Juni 2026 - 16:54 WIB

PHE NSO Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan, Siswa SMPN 6 Lhokseumawe Dilatih Kelola Sampah

9 Juni 2026 - 14:35 WIB

Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Terima Salinan LPJ Desa Lubuk Cuik Tahun 2025

9 Juni 2026 - 11:27 WIB

Trending di Aceh