Menu

Mode Gelap
Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Pria di Biru-Biru, Sita Sabu 5,79 Gram PWI Bonapasogit Mekar, Edward Sinaga Pimpin PWI Toba dan Tumpal Sijabat Ketua PWI Samosir Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan 

Aceh

Dinkes Lhokseumawe Sidak SPPG MBG , Temukan Sejumlah Kekurangan

badge-check

Dinkes Lhokseumawe Sidak SPPG MBG , Temukan Sejumlah Kekurangan Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com — Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Simpang Buloh, Kecamatan Muara Satu, Sabtu (23/05) dini hari.

Pengawasan dilakukan sejak pukul 03.00 WIB guna memastikan kualitas, keamanan pangan, higiene dan sanitasi dalam pengelolaan makanan bagi penerima manfaat program MBG.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitri Yani, SKM., MKM mengatakan, secara umum kondisi SPPG yang berada di Meunasah Mesjid Simpang Buloh sudah berjalan cukup baik, namun masih ditemukan sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi.

“Kita akan terus melakukan pengawasan ke seluruh SPPG secara terjadwal. Terutama untuk memastikan seluruh tahapan benar-benar dilalui sesuai ketentuan,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa catatan hasil temuan inspeksi akan ditindaklanjuti dalam waktu satu minggu ke depan.

“Secara keseluruhan sudah baik. Namun kita tetap memiliki tugas untuk melihat dan mengawasi keamanan pangan, higiene dan sanitasi apakah sudah sesuai SOP,” katanya.

Sidak dilakukan menyeluruh mulai dari proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemasakan hingga proses pemorsian makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah titik yang dinilai masih berpotensi menimbulkan kontaminasi silang apabila prosedur higiene sanitasi tidak diterapkan secara ketat.

Beberapa temuan di lapangan di antaranya ruang penyimpanan bahan baku kering yang masih bercampur dengan bahan lain, saluran air yang masih tergenang, tidak adanya label pada penyimpanan sampel bahan makanan, serta sebagian peralatan yang belum menggunakan wadah tara pangan.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyoroti proses pengolahan makanan yang dinilai terlalu mengejar kecepatan distribusi, namun berpotensi mengabaikan standar sanitasi dan pengelolaan pangan.

Atas hasil inspeksi tersebut, pengelola SPPG diberikan waktu selama satu minggu untuk melakukan pembenahan terhadap seluruh catatan yang ditemukan.

Dinas Kesehatan menegaskan, teguran hingga pencabutan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapat dilakukan apabila pengelola tidak melakukan perbaikan sesuai rekomendasi.

Sidak tersebut turut didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Zainal Abidin, SKM bersama tim kesehatan lingkungan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe. (daus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Artificial Intelligence Mengubah Dunia, Jurusan TIK PNL Mempersiapkan Generasi Penakluk Masa Depan

6 Juli 2026 - 14:55 WIB

WCP Peduli Fakir Miskin Lingkungan Cluster IV PGE

4 Juli 2026 - 15:07 WIB

Ketua PC 0113 FKPPI Kota Lhokseumawe Serahkan Bibit Mangga kepada Polres Lhokseumawe dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

30 Juni 2026 - 22:57 WIB

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Trending di Aceh