Menu

Mode Gelap
Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa Perlintasan Simpang Durian Kembali Berduka, Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Api Aceh Tengah Masuki Masa Transisi Pemulihan, Kerugian Pascabencana Tembus Rp6,9 Triliun BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

News

Teater Sawah 2026 Angkat Tradisi Agraris Lewat Tubuh, Lumpur, dan Bunyi Alam

badge-check


					Teater Sawah 2026 Angkat Tradisi Agraris Lewat Tubuh, Lumpur, dan Bunyi Alam Perbesar

Medan — harianpaparazzi.com | Proses latihan Teater Sawah 2026 mulai berlangsung intens bersama seluruh tim artistik dan para pemain. Latihan dilakukan secara kolektif dengan memanfaatkan ruang terbuka serta pendekatan eksploratif yang menyatu dengan alam dan budaya masyarakat agraris.

Dalam proses latihan ini, para pemain tidak hanya menghafal adegan. Mereka juga mendalami ritme tubuh, bunyi-bunyian alam, hingga membangun hubungan emosional dengan ruang pertunjukan yang akan digunakan.

Sawah dalam pertunjukan ini diperlakukan bukan sekadar latar, tetapi menjadi bagian penting dari dramaturgi. Lumpur, air, angin, hingga suara serangga dijadikan elemen artistik yang hidup untuk membangun suasana pertunjukan.

Teater Sawah 2026 juga mengangkat nilai-nilai tradisi dan kebudayaan lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Unsur Melayu, Jawa, dan Batak dipadukan melalui gerak, vokal, musik, serta simbol-simbol ritual pertanian yang lahir dari pengalaman kolektif masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi upaya membaca kembali hubungan manusia dengan tanah, kerja, dan lingkungan di tengah perubahan zaman. Melalui eksplorasi tubuh dan ruang, para pemain diajak memahami bahwa pertunjukan teater bukan hanya soal tampil di atas panggung, tetapi menghadirkan pengalaman bersama yang lahir dari kerja kolektif.

Pimpinan produksi, Elwida Yuwitri, menyebut proses latihan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kolaborasi sekaligus memperluas pembacaan artistik terhadap budaya agraris yang mulai jarang disentuh dalam seni pertunjukan kontemporer.

Menurutnya, Teater Sawah diharapkan menjadi ruang pertemuan antara tradisi, masyarakat, dan generasi muda melalui medium seni pertunjukan.

Pementasan Teater Sawah 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, (24/5/26). Pertunjukan ini akan menghadirkan pengalaman teater yang menyatu dengan lanskap alam dan kehidupan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi ruang refleksi budaya dan lingkungan melalui pendekatan seni kontemporer. (GS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri.

7 Juni 2026 - 21:50 WIB

Jumat Curhat Jadi Momen Berbagi, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Rangkul Anak Yatim

6 Juni 2026 - 09:33 WIB

Soal Dugaan Pembungkaman Wartawan, SMSI Batu Bara Tegaskan Sengketa Pers Diselesaikan melalui Jalur Hukum dan Dewan Pers

5 Juni 2026 - 22:48 WIB

Bupati Batu Bara di Acara JMSI: Urusan Berobat Jangan Sampai Bikin Warga Repot

4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Tak Ada Ruang bagi Narkoba, Polresta Deli Serdang Ungkap 65 Kasus dan Ringkus 78 Tersangka dalam Operasi Antik Toba 2026

3 Juni 2026 - 17:57 WIB

Trending di News