IDI, Harianpaparazzi.com — Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memicu polemik terbuka setelah klarifikasi disampaikan dalam temu pers, Kamis (30/04). Di tengah saling tuding dan laporan ke aparat, publik dihadapkan pada dua versi yang belum sepenuhnya teruji.
Dalam pertemuan yang digelar di sebuah kafe di Kota Idi, Iskandar Usman Al-Farlaky secara tegas membantah tudingan yang disampaikan Muhammad Alan melalui video yang beredar di media sosial. Ia menyebut tidak pernah terjadi penggerebekan seperti yang dituduhkan di kawasan Simpang Ulim saat banjir bandang Desember 2025. Menurutnya, saat itu ia tengah menuju lokasi bencana di Pante Bidari dengan membawa bantuan medis bersama beberapa petugas, termasuk tenaga kesehatan.
Ia menjelaskan, dalam kendaraan tersebut terdapat beberapa orang, termasuk petugas medis dan kerabat, sehingga tudingan perbuatan asusila dinilai tidak masuk akal. Ia juga mengakui sempat menurunkan sejumlah tenaga medis, termasuk seorang perempuan berinisial MS, di depan masjid Kecamatan Simpang Ulim. “Tidak ada penggerebekan seperti yang dituduhkan,” ujarnya, seraya menegaskan akan menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik.
Di sisi lain, Muhammad Alan melalui kuasa hukumnya sebelumnya mengklaim telah menyerahkan sejumlah bukti ke pihak kepolisian, termasuk rekaman dan kronologi kejadian yang disebut terjadi di dalam kendaraan. Klaim tersebut diperkuat dengan pernyataan pribadi yang beredar luas di media sosial, meski hingga kini belum diuji secara terbuka dalam proses hukum.
Informasi yang berkembang menunjukkan kedua pihak telah saling melaporkan ke aparat. Selain laporan ke Polda Aceh oleh pihak Muhammad Alan, pada hari yang sama Iskandar Usman Al-Farlaky juga melaporkan balik ke Polres Aceh Timur. Sementara itu, seorang perempuan berinisial MS menyatakan telah berpisah secara agama sejak satu tahun lalu, meski proses administrasi perceraian masih berjalan. Bahkan MS turut melaporkan Alan ke ranah hukum.
Ketua tim pemenangan, T. Zainal Abidin, menyebut isu yang beredar merupakan serangan politik yang berpotensi mengganggu kinerja pemerintahan. Ia juga menyinggung dampak psikologis terhadap keluarga bupati, termasuk anak-anaknya. Namun, di tengah klaim dan bantahan tersebut, satu pertanyaan belum terjawab: apakah bukti yang disebut-sebut benar adanya, atau sekadar narasi yang belum terverifikasi. (firdaus)







