Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

News

BKKBN Dorong Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting

badge-check


					BKKBN Dorong Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Perbesar

BREBES, harianpaparazzi.com — Dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Tengah.

Acara yang bermitra dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Nur Nadlifah ini berlangsung di Pondok Pesantren Assyamsuriah, Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes pada Jumat (27/9/2024).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Brebes Akhmad Ma’mun, Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat Bambang Wijonarko, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Brebes, Akhmad Ma’mun mengatakan bahwa jumlah stunting di Brebes masih cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut, ia mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk bersama-sama menurunkan angka stunting agar anak-anak yang lahir tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat Bambang Wijonarko menjelaskan bahwa saat ini, angka prevalensi stunting di Jawa Tengah sebesar 20,8 persen. Angka itu masih cukup jauh dari prevalensi stunting yang ditargetkan pemerintah pusat pada 2024, yakni 14 persen.

“Penanganan stunting di Jawa Tengah harus dilakukan menyeluruh, bukan hanya pemerintah, tapi akademisi dan masyarakat bisa turut campur,” ujar Bambang.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Nur Nadlifah mengingatkan bahwa Stunting merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, untuk mempercepat penanganan sunting ada 3 kelompok yang perlu mendapatkan asupan gizi antara lain calon pengantin, ibu hamil, dan balita.

“Ketiga kelompok tersebut sangat beresiko stunting. Untuk itu, sosialisasi ini sangat penting agar program percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan. Kita harus memiliki integritas tinggi untuk bersaing di dunia internasional, maka kita harus jadi orang yang sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bandar Kocar-kacir, SMSI Apresiasi Polda Sumut Makin Gencar Berantas Narkoba di 2026

29 April 2026 - 17:28 WIB

Proyek POCADI Desa Rp2,1 Miliar Disorot AMPERA, Berpotensi Tersandung Hukum Tanpa Audit BPK

29 April 2026 - 11:39 WIB

Disergap di Gerbang Tol Lubuk Pakam, 3 Tersangka dan 53 kilo Sabu di Amankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang

27 April 2026 - 20:14 WIB

PWI Jaya & Diskominfotik DKI Jakarta Matangkan Anugerah Jurnalistik MHT 52-2026

27 April 2026 - 17:23 WIB

Pelantikan PPTSB Jabar: Sinaga Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

27 April 2026 - 13:26 WIB

Trending di News