Menu

Mode Gelap
DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers 11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan

News

BKKBN Dorong Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting

badge-check


					BKKBN Dorong Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Perbesar

BREBES, harianpaparazzi.com — Dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Tengah.

Acara yang bermitra dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Nur Nadlifah ini berlangsung di Pondok Pesantren Assyamsuriah, Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes pada Jumat (27/9/2024).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Brebes Akhmad Ma’mun, Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat Bambang Wijonarko, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Brebes, Akhmad Ma’mun mengatakan bahwa jumlah stunting di Brebes masih cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut, ia mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk bersama-sama menurunkan angka stunting agar anak-anak yang lahir tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat Bambang Wijonarko menjelaskan bahwa saat ini, angka prevalensi stunting di Jawa Tengah sebesar 20,8 persen. Angka itu masih cukup jauh dari prevalensi stunting yang ditargetkan pemerintah pusat pada 2024, yakni 14 persen.

“Penanganan stunting di Jawa Tengah harus dilakukan menyeluruh, bukan hanya pemerintah, tapi akademisi dan masyarakat bisa turut campur,” ujar Bambang.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Nur Nadlifah mengingatkan bahwa Stunting merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, untuk mempercepat penanganan sunting ada 3 kelompok yang perlu mendapatkan asupan gizi antara lain calon pengantin, ibu hamil, dan balita.

“Ketiga kelompok tersebut sangat beresiko stunting. Untuk itu, sosialisasi ini sangat penting agar program percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan. Kita harus memiliki integritas tinggi untuk bersaing di dunia internasional, maka kita harus jadi orang yang sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jembatan Bailey Siualuompu Kolaborasi TNI-Pemkab Taput Belum Maksimal Digunakan, Gegara Ini

14 Juni 2026 - 14:44 WIB

Haposan Batubara Bantah Narasi Negatif soal Prabowo-Gibran: Kritik Harus Berbasis Fakta

13 Juni 2026 - 15:59 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Medan hingga 18 Juni, Warga Diminta Waspada

13 Juni 2026 - 14:38 WIB

Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit

13 Juni 2026 - 14:30 WIB

42.841 KK di Taput Penerima Manfaat Ketahanan Pangan Berupa Beras dan Migor

13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Trending di News