Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Para Pejabat di Aceh Utara “Saling Sikut” Incar Posisi Strategis di Pemerintahan Baru

badge-check


					Para Pejabat di Aceh Utara “Saling Sikut” Incar Posisi Strategis di Pemerintahan Baru Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi – Isu tentang sejumlah pejabat yang mulai merapat ke bupati Aceh Utara terpilih, kian santer terdengar dan telah menjadi perbincangan hangat publik belakangan ini. Berbagai upaya mereka lakukan demi mendapatkan posisi strategis di pemerintahan baru.

Pascapenetapan Ismail A. Jalil (Ayah Wa) dan Tarmizi (Panyang) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara terpilih hasil Pilkada 2024 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP), dinamika perebutan kekuasaan di daerah ini semakin memanas, bahkan aksi sikut-menyikut pun tak terhindarkan lagi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, beberapa pejabat di Aceh Utara semakin sering berkunjung ke kediaman bupati terpilih, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa di Panton Labu. Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun hubungan kedekatan, guna mengamankan jabatan penting di struktur pemerintahan mendatang.

Namun, manuver ini tidak sepenuhnya berjalan mulus seperti yang mereka harapkan, bahkan ada pihak yang menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya sebatas menjilat, tetapi juga disertai upaya saling sikut-menyikut kolega sendiri yang saat ini masih menjabat pada posisi strategis yang mereka incar.

Target utama mereka adalah posisi “basah” di beberapa dinas yang mengelola anggaran besar, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan beberapa dinas lainnya. Fenomena seperti ini sering kali dianggap lumrah di kalangan pemerintahan, tetapi tetap saja menuai kritikan tajam dari berbagai pihak.

“Ini memang bukan hal baru, tetapi aksi tersebut mencerminkan lemahnya etika para pejabat dalam birokrasi pemerintahan, harusnya prioritas mereka adalah bekerja untuk melayani masyarakat, bukan malah sibuk berebut kekuasaan,” ujar seorang warga Lhoksukon yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini juga memunculkan keresahan di kalangan masyarakat Aceh Utara. Banyak yang khawatir dengan ambisi segelintir elit dan para pejabat pemerintah yang malah dapat menghambat visi besar Meuligo Panglima, Program pembangunan unggulan yang diusung Ayah Wa dan Tarmizi Panyang.

“Masyarakat sangat berharap pasangan ini mampu membawa perubahan nyata. Jangan sampai kepentingan pribadi pihak tertentu, kemudian mengorbankan pembangunan daerah,” ungkap sumber tersebut kepada media ini.

Salah seorang pejabat yang ramai diperbincangkan belakangan ini adalah Muliadi, Kabid Perencanaan dan Analisa Kebutuhan Aparatur BKPSDM Aceh Utara. Muliadi membenarkan bahwa dirinya beberapa kali mengunjungi kediaman Ayahwa di Panton Labu. Namun, ia menepis anggapan bahwa kunjungannya bermaksud melobi jabatan.
“Kedatangan saya hanya untuk silaturrahmi sebagai sesama warga Panton Labu, ini adalah hal yang wajar. Saya tinggal di Seunudon, sementara Ayahwa di Jambo Aye, jadi ini murni menjalin hubungan baik, tidak ada kaitannya dengan lobi-lobi jabatan,” jelasnya.

Dinamika ini menjadi tantangan besar bagi Ayah Wa dan Tarmizi Panyang dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berpihak kepada rakyat. Waktu akan membuktikan apakah pasangan ini mampu melewati berbagai tekanan dan menjaga amanah untuk membawa perubahan di Aceh Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Aceh