Menu

Mode Gelap
Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi

News

BKKBN Dorong Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting

badge-check


BKKBN Dorong Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Perbesar

BREBES, harianpaparazzi.com — Dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Tengah.

Acara yang bermitra dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Nur Nadlifah ini berlangsung di Pondok Pesantren Assyamsuriah, Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes pada Jumat (27/9/2024).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Brebes Akhmad Ma’mun, Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat Bambang Wijonarko, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Brebes, Akhmad Ma’mun mengatakan bahwa jumlah stunting di Brebes masih cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut, ia mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk bersama-sama menurunkan angka stunting agar anak-anak yang lahir tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat Bambang Wijonarko menjelaskan bahwa saat ini, angka prevalensi stunting di Jawa Tengah sebesar 20,8 persen. Angka itu masih cukup jauh dari prevalensi stunting yang ditargetkan pemerintah pusat pada 2024, yakni 14 persen.

“Penanganan stunting di Jawa Tengah harus dilakukan menyeluruh, bukan hanya pemerintah, tapi akademisi dan masyarakat bisa turut campur,” ujar Bambang.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Nur Nadlifah mengingatkan bahwa Stunting merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, untuk mempercepat penanganan sunting ada 3 kelompok yang perlu mendapatkan asupan gizi antara lain calon pengantin, ibu hamil, dan balita.

“Ketiga kelompok tersebut sangat beresiko stunting. Untuk itu, sosialisasi ini sangat penting agar program percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan. Kita harus memiliki integritas tinggi untuk bersaing di dunia internasional, maka kita harus jadi orang yang sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rp1,86 Miliar Mengalir, Sinergi Bupati Batu Bara dan BNPB RI Percepat Pemulihan Dengan Aksi Nyata

4 Maret 2026 - 05:39 WIB

Gerai UMKM Warga Binaan Lapas Tanjung Balai Nongol di Lounge Imigrasi

3 Maret 2026 - 19:16 WIB

Kasubsi Keamanan Lapas Tanjungbalai Purna Bakti, Pengabdian Puluhan Tahun Ditutup dengan Haru

2 Maret 2026 - 21:56 WIB

302 Gram Sabu “Parkir” di Talawi, Satresnarkoba Polres Batu Bara Langsung Angkut Pengedarnya

2 Maret 2026 - 14:05 WIB

Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Ramadhan 1447 H di Aceh Tenggara

27 Februari 2026 - 18:13 WIB

Trending di News