Menu

Mode Gelap
Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa Perlintasan Simpang Durian Kembali Berduka, Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Api Aceh Tengah Masuki Masa Transisi Pemulihan, Kerugian Pascabencana Tembus Rp6,9 Triliun BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

News

Pemerhati: Petani Menjerit Harga Cabai Anjlok

badge-check


					Pemerhati: Petani Menjerit Harga Cabai Anjlok Perbesar

JAKARTA, harianpaparazzi.com — Teriakan keras petani cabai hingga bersurat pada Presiden menarik perhatian Koordinator Aliansi Masyarakat Penyelamat Pertanian Indonesia (AMPPI), Deby Syahputra untuk mempertanyakan peranan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang terkesan sembunyi tangan disaat petani membutuhkan kepastian harga.

Pasalnya menurut Deby, saat ini harga cabai besar di pasaran dalam kondisi anjlok parah. Bahkan di Jawa Timur, informasi yang diperoleh harga cabai tersebut berada di kisaran dibawah Rp 10 ribu perkilogram.

Mengenai hal ini, kata Deby, dirinya heran Bapanas terkesan tidak berbuat apa-apa, seharusnya bergerak cepat dengan membantu harga cabai tidak anjlok.

“Kan kalau kita bicara regulator suplai demand pangan domain nya ada di bapanas. Jadi jangan sampai mereka ini sibuk mikir hitung impor disaat harga tinggi tapi malah diam disaat harga pangan jatuh,” ujar Deby dalam keteranganya, Jumat, 4 Oktober 2024.

Deby mengatakan, Bapanas sebaiknya mulai bergerak cepat dalam menyelesaikan persolan harga cabai yang saat ini tengah hancur.

Jangan sampai, perjuangan petani dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri ini tidak direspon dengan kebijakan harga yang menguntungkan.

“Saya minta Bapanas segera merespon keluhan petani yang menghadapi kehancuran harga. Bapanas harus menyelesaikan persoalan ini secara cepat dan kongkrit,” katanya.

Deby menambahkan isu deflasi di Indonesia akibat suplai pangan yang melimpah, bahwa jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka dia khawatir akan terjadi kerugian tinggi di tingkat petani.

Jangan sampai, kata dia, petani turun ke jalan mendesak pemerintah untuk menentukan kebijakan harga.

“Sekali lagi kasihan petani kalau Bapanas hanya menonton kesedihan mereka. Ayo bergerak jangan diam saja,” jelasnya.

Dirinya merasa memang sebaiknya urusan hulu hingga hilir soal pangan dikendalikan Kementerian Pertanian seperti dulu.

Deby mengamati bahwa sejak ada Bapanas malah kebijakan impor pangan kencang terjadi.

“Memang gampang sekarang mencari pembenaran, el nino dan teori suplai demand jadi alasan. Sekarang cabai anjlok apa kebijakan kongkritnya?”, lanjutnya mempertanyakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri.

7 Juni 2026 - 21:50 WIB

Jumat Curhat Jadi Momen Berbagi, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Rangkul Anak Yatim

6 Juni 2026 - 09:33 WIB

Soal Dugaan Pembungkaman Wartawan, SMSI Batu Bara Tegaskan Sengketa Pers Diselesaikan melalui Jalur Hukum dan Dewan Pers

5 Juni 2026 - 22:48 WIB

Bupati Batu Bara di Acara JMSI: Urusan Berobat Jangan Sampai Bikin Warga Repot

4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Tak Ada Ruang bagi Narkoba, Polresta Deli Serdang Ungkap 65 Kasus dan Ringkus 78 Tersangka dalam Operasi Antik Toba 2026

3 Juni 2026 - 17:57 WIB

Trending di News