Menu

Mode Gelap
Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa Perlintasan Simpang Durian Kembali Berduka, Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Api Aceh Tengah Masuki Masa Transisi Pemulihan, Kerugian Pascabencana Tembus Rp6,9 Triliun BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

Aceh

Angin Barat Datang Lebih Dulu, Warga Lhok Puuk Menyelamatkan Hidup di Tengah Gelombang

badge-check


					Angin Barat Datang Lebih Dulu, Warga Lhok Puuk Menyelamatkan Hidup di Tengah Gelombang Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Angin barat akhirnya tiba di pesisir Pantai Lhok Puuk, Aceh Utara. Jumat malam (15/04), gelombang tinggi menghantam bibir pantai tanpa jeda. Rumah-rumah warga bergetar diterjang ombak. Kayu penyangga patah. Air laut masuk hingga ke pekarangan rumah yang tersisa beberapa meter dari garis abrasi.

Di tengah suara angin dan dentuman ombak, warga berlarian menyelamatkan barang-barang mereka. Kasur diangkat ke tempat lebih tinggi. Lemari diseret keluar rumah. Pakaian dimasukkan ke dalam karung. Anak-anak menangis sambil memegang tangan orang tua mereka.

“Di mana pemimpin kami…,” teriak seorang warga di tengah kepanikan malam itu.

Di sudut lain, seorang ibu tampak memanggil anaknya sambil menahan tangis.

“Ayo nak, ambil barang mu… cepat,” ujarnya lirih.

Bagi warga pesisir Lhok Puuk, angin barat bukan lagi musim biasa. Mereka menyebutnya ancaman tahunan yang datang berulang tanpa kepastian perlindungan.

Gelombang terus menghantam garis pantai yang sebelumnya sudah rusak akibat abrasi dan banjir bandang 2025. Pohon kelapa tumbang satu per satu. Akar-akar kayu tercabut lalu hanyut dibawa arus. Sebagian bangunan di tepi pantai mulai miring. Warga hanya bisa berdiri memandang laut sambil memegang barang yang masih tersisa.

Di lokasi abrasi, air laut terlihat terus mengikis daratan. Jarak ombak dengan rumah warga kini hanya beberapa langkah kaki. Sebagian warga memilih berjaga sepanjang malam karena takut rumah mereka roboh sewaktu-waktu.

Kondisi itu memperpanjang kecemasan 520 kepala keluarga yang selama ini hidup di bawah ancaman abrasi. Sebagian dari mereka sebelumnya sudah kehilangan rumah akibat gelombang laut dan banjir bandang yang membelah daratan pesisir.

Desa Lhok Puuk sendiri hingga kini masih menunggu pembangunan tanggul abrasi yang direncanakan pemerintah. Namun proses pembangunan baru dijadwalkan masuk tahap tender pada Juli 2026.

Sementara gelombang datang lebih cepat dari rencana perlindungan.

Geuchik Lhok Puuk Rajuli sebelumnya mengaku warga tidak lagi memperdebatkan besar anggaran pembangunan tanggul. Masyarakat hanya meminta perlindungan segera direalisasikan sebelum lebih banyak rumah hilang diterjang laut.

“Yang penting tanggul dibangun. Warga sudah terlalu lama menunggu,” ujarnya.

Data desa menunjukkan abrasi di kawasan itu terus bergerak sejak 2019. Sedikitnya 38 rumah dilaporkan hilang tersapu laut. Tambak warga rusak. Jalan desa putus. Aktivitas nelayan terganggu.

Kini, memasuki musim angin barat, warga kembali berada di garis cemas yang sama.

Mereka tidak lagi berbicara tentang proyek miliaran rupiah. Mereka hanya berusaha menyelamatkan pakaian, kasur, dan anak-anak mereka sebelum ombak berikutnya datang menghantam rumah. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dalam Rangka Menyambut Milad UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, FEBI Gelar PKM Berkolaborasi dengan IAEB

7 Juni 2026 - 14:20 WIB

Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa

6 Juni 2026 - 15:59 WIB

Korban Banjir Aceh Tamiang Menanti Realisasi Bantuan, Huntara dan Pemulihan Ekonomi Jadi Harapan Utama

5 Juni 2026 - 19:03 WIB

Satgas PPA Seret Dugaan Kejanggalan Kantor Bupati dan Gedung DPRK Aceh Timur ke Ranah Hukum

5 Juni 2026 - 18:56 WIB

3.373 KK Kehilangan Rumah, Pemulihan Aceh Tengah Masih Bergantung Perbaikan Infrastruktur

5 Juni 2026 - 16:24 WIB

Trending di Aceh