Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

Aceh

780 jiwa mengungsi , desa Lhok Puuk porak poranda, akibat terjangan pasang purnama

badge-check


					780 jiwa mengungsi , desa Lhok Puuk porak poranda, akibat terjangan pasang purnama Perbesar

Harianpaparazzi.com, Lhoksukon – Pasang Purnama yang sampai saat ini masih memporak porandakan desa pesisir itu, membuat 204 kk, mengungsie puluhan rumah warga ambruk diterjang ombak, demikian pula sarana milik pemerintah ikut mengalami kerusakan. Kondisi ini sepatutnya segera mendapat bantuan tanggap darurat dari pemerintah propinsi Aceh.

Geuchik Lhok Puuk T.Bahktiar menjelaskan, kondisi saat ini, 38 unit rumah warga roboh terseret gelombang air laut. Abrasi pantai yang menggerus bibir pantai, kini amblas 4 kilometer dari desa tetangga Matang Puntong hingga ke desa Ulee Rube. jalan satu-satunya dari desa Lhok Puuk ke ibukota kecamatan Seunuddon Kabupaten Terputu sepanjang 10 meter.

Kondisi ini diperparah roboh nya sejmlah tiang listrik PLN dan sejumlah balai pengajian masyarakat setempat ikut hanyut ditelan pasang Puranama. Sementara warga yang sudah 2 hari menjadi korban bencana itu, memfaatkan meunasah untuk tempat tinggal, mereka terdiri balita, Ibu hamil, anak-anak dan lansia.

Pantauan wartawan, desa tersebut seperti lokasi tempat pembuangan sampah, dimana sampah berserakan sepanjang jalan dibawa dari air laut. Ratusan Baot pancing milik nelayan setempat terpaksa ditambatkan dibadan jalan belum lagi pada malam hari, kampung itu kini gelap gulita tanpa adanya penerangan Listrik.

T.Baktiar dihadapan wartawan Kamis (19/09) dengan terbata bata, mengatakan pihaknya tidak tahu lagi harus bebuat apa lagi untuk menyuarakan penderitaan warganya. “kami sudah 5 tahun selalu mengalami kehancuran ini, kehilangan mata pencaharian, dan kami berharap PJ gubernur dan Pj Bupati membangun kembali jalan yang sudah putus di desa kami dan solusi abrasi ini.”

Plt Kadis PUPR Aceh Utara, Ir.Jaffar,S.T,M.T menjelaskan abrasi bibir pantai dan meluluh lantakan sebagaian rumah warga dan sarana pemerintah sejak 3 hari terahlit murni karena banjir ROB pasang Purnama.

Ketika ditanyai wartawan apakah penggerusan pantai desa Lhok Puuk yang selama ini di suarakan wara dikarenaka adanya pembangunan Jetti di desa Matang Puntong, Kadis PUPR itu membantahnya, pembangunan jetti itu justru menanggulangi banjir, di kemukiman Blang Glumpang.

Menurutnya, melihat dari kondisi abrasi yang ada, pembangunan yang cocok di bibir pantai itu batu pemecah ombak. bila menghitung kisaran kebutuhan biaya untuk menganggulangi abrasi tersebut mencapai puluhan miliar.

“ Agar ada tindak lanjut nya, langkah awal kami harus mendata dan melaporkan kondisi kerusakan ke Atasan kami hingga pada tahap pengkajian kepada dampak amdal bila rencana pembangunan dikerjakan menggunakan dana tanggap darurat baik bersumber dari APBA dan APBN.”

Ketua Komisi 4 DPRA Ismail.A.Jalil yang turut menyerahkan bantuan kepada korban pasang purnama meminta kepada PJ Gubernur Aceh segera mengucurkan dana tanggap darurat untuk memperbaiki kondisi desa Lhok Puuk.

Menurutnya, satu- satunya solusi yang harus segera diambil yakni menggucurkan dana tanggap darurat. Karena musibah yang melanda desa itu, telah sesuai dengan kondisi kedaruratan sesuai peratutan pemerintah tentang pengelolaan dan pendanaan bantuan bencana.

“kalau selama ini masyarakat bertanya mengapa persoalan ini tidak segera diatasi, yah ini lagi-lagi menyangkut persoalan anggaran. Kalau kita berharap dari pemerintah kabupaten, sudah jelas pemda tidak memiliki anggaran sebanyak itu.” Imbuh Ismail A. Jalil yang akrab dipanggil ayah wa. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut HUT ke-80 Kejaksaan RI, Kejari Agara Gelar Pemasangan KB Gratis dan Donor Darah

30 Agustus 2025 - 05:34 WIB

Aceh Jadi Tuan Rumah Peringatan HAM 2025, Sementara Luka Lama Belum Tuntas

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara

28 Agustus 2025 - 22:45 WIB

PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman

27 Agustus 2025 - 23:11 WIB

Bulog Kuasai Pasar Beras: Stok Melimpah, Kualitas dan Harga Jadi Pertanyaan

27 Agustus 2025 - 14:53 WIB

Trending di Aceh