Menu

Otomatis
Breaking News

Aceh

Irigasi Lumpuh, Warga Patungan Alat Berat: Proyek Jambo Aye Disorot, Pemerintah Didesak Bertindak

badge-check

Irigasi Lumpuh, Warga Patungan Alat Berat: Proyek Jambo Aye Disorot, Pemerintah Didesak Bertindak Perbesar

IDI, Harianpaparazzi.com — Krisis irigasi pascabanjir memaksa warga di enam desa mengambil langkah darurat dengan menyewa alat berat secara swadaya untuk membersihkan saluran yang tersumbat. Kondisi ini terjadi di tengah belum adanya penanganan konkret dari pemerintah terhadap jaringan irigasi yang menjadi urat nadi pertanian masyarakat. Saluran irigasi sayap kanan yang melayani Buket Kareung, Seuneubok Saboh, Seuneubok Tuha, Alue Mirah, Pante Rambong, dan Pante Labu, dilaporkan tertutup lumpur dan material banjir hingga memutus total pasokan air ke sawah.

Tokoh masyarakat setempat, Zulkifli Aneuk Syuhada, menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian serius pemerintah. Ia menegaskan, tanggung jawab perbaikan irigasi seharusnya berada di tangan negara, bukan dibebankan kepada masyarakat. “Ini bukan soal teknis semata, ini soal keberlangsungan hidup petani. Kalau irigasi tidak berfungsi, mereka kehilangan sumber penghasilan,” ujarnya. Dampaknya, petani di wilayah tersebut terancam gagal tanam, memperparah tekanan ekonomi pascabanjir.

Situasi semakin kompleks dengan belum rampungnya proyek irigasi Jambo Aye yang hingga kini masih terbengkalai. Keterlambatan proyek yang seharusnya menjadi penopang distribusi air justru memperdalam krisis di lapangan. Zulkifli juga menyoroti kinerja kontraktor pelaksana proyek tahun 2025 yang dinilai tidak menunjukkan kapasitas memadai, namun tetap dipercaya menggarap proyek strategis tersebut.

Di sisi lain, persoalan berulang juga terjadi di wilayah hulu, di mana tumpukan sampah dan gelondongan kayu kembali menyumbat bendungan irigasi di kawasan Langkahan. Ketua UPI DI Jambo Aye–Langkahan, Setia Budi, mengingatkan bahwa jika tidak ada penanganan menyeluruh, gangguan distribusi air akan terus berulang dan mengancam ribuan hektare lahan pertanian. Pemerintah daerah mengakui kerusakan infrastruktur akibat banjir hidrometeorologi 2025, namun hingga kini langkah penanganan dinilai belum menjawab kebutuhan mendesak di lapangan. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Isu Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Resnarkoba Diamankan Propam, Terkait Pesta Narkoba

9 Agu 2026 - 12:43 WIB

Isu Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Resnarkoba Diamankan Propam, Terkait Pesta Narkoba

Brimob Batalyon B Pelopor Ajak Warga Pasang Bendera Merah Putih Semarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81.

6 Agu 2026 - 11:51 WIB

Brimob Batalyon B Pelopor Ajak Warga Pasang Bendera Merah Putih Semarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81.

DWP PNL Menyapa dari Hati: Menjaga Senyum, Menyalakan Harapan Anak Negeri

31 Jul 2026 - 09:03 WIB

DWP PNL Menyapa dari Hati: Menjaga Senyum, Menyalakan Harapan Anak Negeri

JMSI Nilai Safrizal Berhasil Pimpin PRR Aceh di Masa Darurat dan Pemulihan: Minta Fokus Penuh pada Fase Rekonstruksi

30 Jul 2026 - 18:08 WIB

JMSI Nilai Safrizal Berhasil Pimpin PRR Aceh di Masa Darurat dan Pemulihan: Minta Fokus Penuh pada Fase Rekonstruksi

MAA Aceh Utara Lahirkan Pemuda Pelopor dan Duta Adat, Warisan Indatu Bersemi di Tangan Generasi Muda

30 Jul 2026 - 00:33 WIB

MAA Aceh Utara Lahirkan Pemuda Pelopor dan Duta Adat, Warisan Indatu Bersemi di Tangan Generasi Muda
Trending di Aceh