Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

News

Restuardy Daud: Mitigasi Bencana Perlu Dukungan di Semua Tingkat Pemerintahan

badge-check


					Restuardy Daud: Mitigasi Bencana Perlu Dukungan di Semua Tingkat Pemerintahan Perbesar

Jakarta, harianpaparazzi.com – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana.

Menurutnya, penyelarasan rencana pembangunan di semua tingkat pemerintahan sangat penting untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

“Pusat dan daerah harus sejalan. Kalau rencana pembangunan di daerah sesuai dengan kebijakan nasional, penanggulangan bencana bisa berjalan lebih efektif,” ujar Restuardy dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2025 yang digelar di Jakarta pada 20 Maret 2025.

Rakornas ini menjadi forum strategis untuk memastikan bahwa kebijakan penanggulangan bencana di daerah selaras dengan program nasional, sehingga masyarakat lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.

Restuardy menyebut ada tiga langkah utama yang perlu diperhatikan dalam upaya mitigasi bencana. Pertama, meningkatkan kesiapan daerah melalui pembangunan infrastruktur tahan bencana dan penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Kedua, memetakan wilayah rawan bencana agar langkah penanggulangan lebih terarah dan tepat sasaran. Ketiga, memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan penanggulangan bencana yang lebih efektif.

Ia juga menekankan bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memprioritaskan pengurangan risiko bencana dapat memberikan manfaat besar.

“Kalau daerah siap menghadapi bencana, masyarakat lebih aman. Selain itu, investasi juga akan lebih menarik karena adanya jaminan keamanan dan kepastian mitigasi risiko,” jelasnya.

Restuardy juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan.

“Menghadapi bencana bukan tugas satu pihak saja. Pusat dan daerah harus kompak, didukung oleh semua elemen masyarakat agar hasilnya bisa dirasakan secara nyata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ops Antik Batu Bara Kembali Bergerak, Barang Bukti Sabu dan Timbangan Digital Diamankan

15 Mei 2026 - 18:14 WIB

Lawan Peredaran Narkoba di Sekitar Tahfidz, Guru di Pantai Labu Dapat Dukungan Polisi

15 Mei 2026 - 14:59 WIB

Kapolres Madina Bersilaturahmi ke Kantor SMSI, Bahas Kolaborasi Informasi

15 Mei 2026 - 14:32 WIB

KOTAK Bakar Semangat Wisudawan Universitas Mercu Buana Lewat Deretan Lagu Penuh Energi

15 Mei 2026 - 10:50 WIB

“Bamak Bakamanakan” Bikin Penonton Hening, Luka Pergeseran Adat Minang Naik ke Panggung

14 Mei 2026 - 18:44 WIB

Trending di News