Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Pemerintah Aceh Utara dibawah kepemimpinan H. Ismail A Halil optimis bisa fungsikan lahan lahan bekas genangan lumpur banjir yang selama ini tidak normal dialiri, namun padi musim gadu sejumlah Kecamatan luas Lebih kurang 33 ribu Haktare sawah produktif.
Ayahwa bersama wakilnya Tarmizi Panyang sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Aceh Utara berani Pasang Target fungsikan kembali lahan bercocok tanam ditengah normalisasi Saluran irigasi dan bendung yang sempat Rusak diterjang banjir Bandang 2025 Lalu.
Target yang diperkirakan tidak tanggung tanggung di wilayah timur Tengah dan barat mendekati 50 ribu Haktare, yakni 33 Haktare Lebih,
luas sawah untuk musim tanam kali ini seluas 33 ribu hektare Lebih.
Periode tanam di musim gadu t2026 ini merupakan langkah strategis penguatan dan pemberdayaan ratusan ribu petani sawah dalam usaha serta upaya peningkatan Dukungan sebuah program Jumbo untuk semata mata ketahanan pangan selaras dengan Program pemerintah Pusat ditingkat Nasional.
“Target tanam musim gadu ini termasuk juga untuk sawah milik masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor akhir November 2025,” kata Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Faisal Mulyawan dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Ia menjelaskan target tanam padi pada musim gadu 2026 tersebut termasuk dengan sawah terdampak bencana yang diupayakan agar dapat segera dilakukan rehabilitasi agar dapat segera dilakukan penanaman.
Ia menyebutkan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November di Kabupaten Aceh Utara mengakibatkan 18.316 hektare atau 46 persen dari total luas baku sawah 39.762 hektare terdampak.
Baca: Aceh Utara dapat bantuan benih padi 149 ton pacu pemulihan ekonomi
Ia merincikan seluas 4.679 hektare sawah rusak parah, 6.447 hektare rusak sedang dan 7.189 hektare rusak ringan.
Menurut dia salah satu untuk pencapaian target tanam selain mempercepat rehabilitasi sawah rusak adalah percepatan tanam yang ikut didukung oleh para penyuluh yang tersebar di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara.
Menurut dia target tanam musim gadu tersebut juga bisa saja berkurang tergantung dengan ketersediaan air karena irigasi yang ada di daerah tersebut juga ikut rusak akibat banjir yang melanda kabupaten itu.
“Kami terus berupaya maksimal agar luas tanam tersebut dapat tercapai, karena selain dalam mendukung ketahanan pangan juga bagian meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Pihaknya juga menargetkan rata-rata produksi padi pada musim tanam gadu 2026 rata-rata 5,9 ton per hektare. (Advertorial)







