Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

News

PLTU Banjarsari Gelar Bimbel, Uniknya Siswa Hanya Diwajibkan Membayar Dengan Sampah Plastik

badge-check


					PLTU Banjarsari Gelar Bimbel, Uniknya Siswa Hanya Diwajibkan Membayar Dengan Sampah Plastik Perbesar

LAHAT, harianpaparazzi.com – Untuk meningkatkan kualitas Pendidikan, PLTU Banjarsari membuka Bimbingan Belajar (Bimbel) gratis bagi para siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lahat.

Kegiatan Bimbel ini di gelar di area unit PLTU Banjarsari, dengan tenaga pengajar professional.

Uniknya siswa tidak dipungut biaya, namun diwajibkan membayar dengan sampah plastik.

Pantauan di lapangan, Selasa (16/04/2025) sejumlah siswa yang mengikuti kegiatan Bimbel ini sudah berdatangan setengah jam sebelum dimulai.

Mereka diantar orang tuanya siswa, yang sebagian besar siswa yang mengikuti Bimbel tersebut berasal dari berbagai sekolah dasar di sekitar PLTU Banjarsari.

Para siswa tersebut terlihat membawa kantong di tangan masing-masing, berisi sampah plastik.

Kemudian satu persatu sebelum kelas dimulai, para siswa menyerahkan sampah plastik yang dibawa ke guru Bimbel.

Putut Dwidjoseno selaku Executive Vice President PLTU Banjarsari didampingi Manager Umum Faza Ikhwana menjelaskan, program Bimbel ini merupakan Corporate Sosial Responsibility (CSR) di bidang Pendidikan.

“Program Banjarsari Pintar dan Cerdas (Bindas), menyasar bagi siswa Sekolah Dasar untuk meningkatkan skill dan kemampuan belajar,” ujar Putut Dwidjoseno.

Untuk awal, mata pelajar yang digelar Matematika dan Bahasa Inggris. Saat ini jumlah siswa masih terbatas sebanyak 60 orang, mengingat jumlah ruang kelas yang masih terbatas.

Harapannya program ini bersinergi antara dunia Pendidikan, dan kepedulian lingkungan terutama dari sampah plastik.

“Animo siswa yang mendaftar cukup tinggi. Namun kita batasi dulu, karena keterbatasan ruang kelas,” ujar Manager Umum Faza Ikhwana, Selasa (16/04/2025).

Sejumlah orang tua yang turut mendampingi mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

Selama ini hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah saja, mengingat ketidakmampuan terkait biaya bila mengikuti kegiatan Bimbel di luar sekolah.

“Anak kami senang dengan pola balajarnya, sangat menyenangkan. Bimbelnya juga hanya bayar dengan sampah plastik saja,” ujar seorang wali murid warga Desa Sirahpulau, Lahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ops Antik Batu Bara Kembali Bergerak, Barang Bukti Sabu dan Timbangan Digital Diamankan

15 Mei 2026 - 18:14 WIB

Lawan Peredaran Narkoba di Sekitar Tahfidz, Guru di Pantai Labu Dapat Dukungan Polisi

15 Mei 2026 - 14:59 WIB

Kapolres Madina Bersilaturahmi ke Kantor SMSI, Bahas Kolaborasi Informasi

15 Mei 2026 - 14:32 WIB

KOTAK Bakar Semangat Wisudawan Universitas Mercu Buana Lewat Deretan Lagu Penuh Energi

15 Mei 2026 - 10:50 WIB

“Bamak Bakamanakan” Bikin Penonton Hening, Luka Pergeseran Adat Minang Naik ke Panggung

14 Mei 2026 - 18:44 WIB

Trending di News