Menu

Mode Gelap
RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah Empat Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditahan di Rutan Militer Berkeamanan Tinggi

Aceh

Kades Mengeluh, Dugaan Pungutan Warnai Verifikasi Data Banjir di Aceh Utara

badge-check


					Kades Mengeluh, Dugaan Pungutan Warnai Verifikasi Data Banjir di Aceh Utara Perbesar

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Proses pendataan korban banjir di Kabupaten Aceh Utara disorot tajam setelah muncul keluhan dari sejumlah kepala desa (kades) terkait dugaan praktik pungutan dalam tahapan verifikasi data.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pengutipan uang terjadi di posko banjir tingkat kabupaten yang berlokasi di pendopo Bupati Aceh Utara. Praktik tersebut diduga berlangsung saat para kades menyerahkan berkas untuk proses verifikasi data warga terdampak.

Salah satu kepala desa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, mereka diminta membayar sejumlah uang dengan nominal tertentu untuk setiap kepala keluarga (KK) yang didata.

“Kami diminta uang Rp5 ribu per KK. Kalau di desa ada sekitar 300 KK terdampak, kami harus mengeluarkan hampir Rp1,5 juta,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku adanya tekanan terselubung dalam proses tersebut. Menurutnya, berkas yang tidak disertai pembayaran berpotensi mengalami keterlambatan dalam verifikasi.

“Kalau tidak diberikan, berkas kami bisa lama diverifikasi,” tambahnya.

Keluhan ini pun memantik perhatian publik. Pasalnya, jika dugaan praktik tersebut terjadi secara masif di banyak desa, potensi akumulasi dana yang terkumpul dinilai tidak kecil dan berisiko mencederai proses penyaluran bantuan bencana.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak banjir, isu ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan integritas dalam pendataan bantuan. Sejumlah pihak mendesak adanya pengawasan ketat serta penelusuran menyeluruh guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan korban bencana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Fauzan, meminta agar informasi tersebut disertai dengan bukti dan identitas yang jelas.

“Laporkan secara lengkap, siapa yang memberi informasi, dari desa mana, dan siapa petugas yang meminta uang. Supaya tidak menjadi fitnah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Mahasiswa Laporkan Saiful Mujani ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penghasutan

10 April 2026 - 21:55 WIB

RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara

10 April 2026 - 13:54 WIB

Polres Lhokseumawe Gagalkan Transaksi Sabu 1,5 Kg, Satu Pelaku Ditangkap Tiga DPO

8 April 2026 - 13:33 WIB

KINERJA INSPEKTORAT DINILAI LAMBAT DAN LEMAH, WARGA ATU GAJAH REJE GURU DESAK USUT DUGAAN KORUPSI MANTAN REJE

7 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Aceh