Menu

Mode Gelap
Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Pria di Biru-Biru, Sita Sabu 5,79 Gram PWI Bonapasogit Mekar, Edward Sinaga Pimpin PWI Toba dan Tumpal Sijabat Ketua PWI Samosir Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan 

Aceh

Kades Mengeluh, Dugaan Pungutan Warnai Verifikasi Data Banjir di Aceh Utara

badge-check

Kades Mengeluh, Dugaan Pungutan Warnai Verifikasi Data Banjir di Aceh Utara Perbesar

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Proses pendataan korban banjir di Kabupaten Aceh Utara disorot tajam setelah muncul keluhan dari sejumlah kepala desa (kades) terkait dugaan praktik pungutan dalam tahapan verifikasi data.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pengutipan uang terjadi di posko banjir tingkat kabupaten yang berlokasi di pendopo Bupati Aceh Utara. Praktik tersebut diduga berlangsung saat para kades menyerahkan berkas untuk proses verifikasi data warga terdampak.

Salah satu kepala desa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, mereka diminta membayar sejumlah uang dengan nominal tertentu untuk setiap kepala keluarga (KK) yang didata.

“Kami diminta uang Rp5 ribu per KK. Kalau di desa ada sekitar 300 KK terdampak, kami harus mengeluarkan hampir Rp1,5 juta,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku adanya tekanan terselubung dalam proses tersebut. Menurutnya, berkas yang tidak disertai pembayaran berpotensi mengalami keterlambatan dalam verifikasi.

“Kalau tidak diberikan, berkas kami bisa lama diverifikasi,” tambahnya.

Keluhan ini pun memantik perhatian publik. Pasalnya, jika dugaan praktik tersebut terjadi secara masif di banyak desa, potensi akumulasi dana yang terkumpul dinilai tidak kecil dan berisiko mencederai proses penyaluran bantuan bencana.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak banjir, isu ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan integritas dalam pendataan bantuan. Sejumlah pihak mendesak adanya pengawasan ketat serta penelusuran menyeluruh guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan korban bencana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Fauzan, meminta agar informasi tersebut disertai dengan bukti dan identitas yang jelas.

“Laporkan secara lengkap, siapa yang memberi informasi, dari desa mana, dan siapa petugas yang meminta uang. Supaya tidak menjadi fitnah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Artificial Intelligence Mengubah Dunia, Jurusan TIK PNL Mempersiapkan Generasi Penakluk Masa Depan

6 Juli 2026 - 14:55 WIB

WCP Peduli Fakir Miskin Lingkungan Cluster IV PGE

4 Juli 2026 - 15:07 WIB

Ketua PC 0113 FKPPI Kota Lhokseumawe Serahkan Bibit Mangga kepada Polres Lhokseumawe dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

30 Juni 2026 - 22:57 WIB

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Trending di Aceh