Taput, harianpaparazzi.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Kepala Desa (Kades) dan Perangkat Desa.
Belum genap satu bulan sejak pelaksanaan Bimtek kepala desa dan perangkat desa pada 28 Juni–1 Juli 2026, kini agenda yang sama kembali dijadwalkan di Medan.
Frekuensi pelaksanaan yang berdekatan memunculkan dugaan adanya upaya kejar tayang dalam merealisasikan program yang dibiayai melalui APBDes Tahun Anggaran 2026.
Sumber menyebut, Bimtek terbaru akan berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di dua hotel di Kota Medan, yakni Hotel Madani di Jalan Sisingamangaraja dan Hotel Saka di Jalan Gagak Hitam.
Kegiatan mengacu pada surat tertanggal 20 Juli 2026 yang ditandatangani Plh Sekretaris Daerah, Binhot Isak Aritonang, dan ditujukan kepada seluruh camat di Tapanuli Utara. Dan surat undangan bimtek sebelumnya pun ditandatangani Plh Sekda.
Pelaksanaan Bimtek yang kedua ini ada dua lembaga yang ditunjuk sebagai penyelenggara. Yakni Pusat Kajian Potensi Indonesia (Puskapi) dipimpin Rahmayani, dan Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Mandiri Indonesia (LPPMI) pimpinan Muhammad Abdul Riezky.
Materi yang diberikan kepada perangkat desa meliputi penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Sementara bagi kepala desa, materi difokuskan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan desa.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa kegiatan Bimtek merupakan bagian dari realisasi program penyerapan APBDes Tahun Anggaran 2026.
Terkait pelaksanaan Bimtek, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapanuli Utara, Tumbur Hutasoit, mengatakan anggaran kegiatan tersebut telah diakomodasi dalam APBDes masing-masing desa.
“Program itu sudah ditampung dalam APBDes yang bersumber dari dana desa. Ada desa yang mengalokasikan anggaran Bimtek, ada juga yang tidak,” ujar Tumbur, Rabu (22/7/2026).
Tumbur menjelaskan, peserta diundang melalui lembaga penyelenggara yang telah disepakati bersama asosiasi kepala desa.
“APDESI Merah Putih dengan anggotanya menyepati lembaga yang dianggap berkapasitas. Harapannya, melalui Bimtek ini kemampuan kepala desa dan perangkat desa semakin meningkat,” katanya.
Kabupaten Tapanuli Utara belum memiliki fasilitas yang memadai untuk menampung ratusan peserta sekaligus, kata Tumbur Hutasoit menanggapi kegiatan digelar di Medan.
“Fasilitas masih sangat terbatas, di daerah kita belum ada hotel maupun aula yang mampu menampung peserta dalam jumlah besar, baik dari sisi ruang kegiatan maupun akomodasi penginapan,” jelasnya.
Ketua APDESI Merah Putih Kabupaten Tapanuli Utara, Hobbi Hutabarat, yang juga Kepala Desa Sosunggulon, ketika akan dikonfirmasi lewat seluler tidak aktif.
Bimtek yang kembali digelar dalam rentang waktu kurang dari satu bulan ini menjadi pertanyaan, terutama terkait urgensi kegiatan, efektivitas penggunaan dana desa, serta alasan pelaksanaannya di luar Tapanuli Utara. (Marudut)







