Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Saksi Paslon 01 Dipaksa Teken Rekap Suara di Tengah Ancaman Aparat di Paya Bakong, Oknum Kapolsek Diduga Terlibat Politik Praktis

badge-check

Ilustrasi polisi.(KOMPAS/DIDIE SW) Perbesar

Ilustrasi polisi.(KOMPAS/DIDIE SW)

Aceh Utara, Harian Paparazzi – Proses Pilkada Aceh 2024 diwarnai tudingan keras terhadap oknum Polsek dan Koramil Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Mereka diduga memaksa saksi pasangan calon gubernur Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi menandatangani berita acara rekapitulasi suara di bawah ancaman dan tekanan. Oknum Kapolsek Paya Bakong-Aceh Utara, Ipda Pol Marzuki, diduga terlibat.

Koordinator Saksi Paslon 01, Budi Ardiansyah, mengungkap bahwa saksi yang sebelumnya telah dipulangkan untuk menghindari situasi tidak kondusif, justru diperintahkan kembali ke lokasi pleno oleh aparat keamanan.

“Para saksi kami sudah dipulangkan karena situasi tidak aman, tapi malah diperintahkan kembali. Ini sangat mencurigakan,” ujar Budi di Banda Aceh, Minggu (8/12) kepada media.

Di tempat lain, tepatnya di Kecamatan Baktiya Barat, seorang saksi Paslon 01 diduga mengalami intimidasi dari anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Zulfadhil alias Polem, yang mendatangi rumah saksi dan mengancam agar menandatangani hasil rekapitulasi suara.

“Kejadian-kejadian ini tidak bisa kami abaikan. Semua sudah tercatat dan akan menjadi bukti kuat yang kami bawa ke Mahkamah Konstitusi,” tegas Budi.

Ia menambahkan, kritik utama mereka tidak terfokus pada hasil suara, tetapi pada kelebihan distribusi surat suara, ketidaksesuaian jumlah kehadiran pemilih, serta ancaman terhadap saksi yang merata di berbagai kecamatan.

Sementara itu, Kapolsek Paya Bakong, Ipda Marzuki, Selasa (10/12), membantah keterlibatan anggotanya dalam intimidasi.

“Kami sudah memeriksa 12 anggota, dan tidak ada bukti mereka terlibat dalam tindakan seperti yang dituduhkan,” katanya.

Dikatakan Kapolsek, dirinya juga sudah mengklarifikasi tuduhan keterlibatan anggotanya kepada Polres Aceh Utara. “Jadi untuk konfirmasi selanjutnya sebaiknya dilakukan Bapak Kapolres saja biar Bapak Kapolres yang menjelaskan,” kata Ipda Marzuki.

Menjawab wartawan, Kapolsek Paya Bakong lebih jauh menjelaskan, selaku anggota Polri kami harus netral dalam Pilkada, sehingga tidak mungkin kami terlibat. Namun, sedikit panik Kapolsek ketika ditanya media kalau nantinya tim 01 dapat membuktikan keterlibatannya.

Sementara itu, Koordinator saksi 01, Budi Ardiansyah, mengaku akan melaporkan Oknum Kapolsek Paya Bakong – Aceh Utara ke Kapolda Aceh dan ke Kapolri. “Kami akan membawa persoalan ini hingga ke Kapolri,” tambah Budi Ardiansyah. (Tri Nugroho Pangabean/Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PNL dan Disnakermobduk Aceh Perkuat Kesiapan Alumni Memasuki Dunia Industri melalui Coaching Clinic Pemagangan Nasional

14 Okt 2026 - 21:05 WIB

PNL dan Disnakermobduk Aceh Perkuat Kesiapan Alumni Memasuki Dunia Industri melalui Coaching Clinic Pemagangan Nasional

Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, DLHK Belum Miliki Alat Pengukur Kualitas Udara

14 Okt 2026 - 19:22 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, DLHK Belum Miliki Alat Pengukur Kualitas Udara

Satgas Percepatan Pembangunan Aceh Minta APH Kawal Dana Bantuan Rehabilitasi Rumah dan DTH Pascabencana Banjir 2025 di Aceh Singkil

14 Okt 2026 - 12:42 WIB

Satgas Percepatan Pembangunan Aceh Minta APH Kawal Dana Bantuan Rehabilitasi Rumah dan DTH Pascabencana Banjir 2025 di Aceh Singkil

Dari Jurnalis ke Pengusaha, Feri Fernandes Raih JMSI & PWI Awards 2026

12 Okt 2026 - 22:34 WIB

Dari Jurnalis ke Pengusaha, Feri Fernandes Raih JMSI & PWI Awards 2026

Direktur PNL Raih JMSI & PWI Awards 2026, Diapresiasi sebagai Tokoh Pendidikan Vokasi dan Literasi Publik

12 Okt 2026 - 21:17 WIB

Direktur PNL Raih JMSI & PWI Awards 2026, Diapresiasi sebagai Tokoh Pendidikan Vokasi dan Literasi Publik
Trending di Aceh