Menu

Mode Gelap
Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketum PWI Pusat 2025-2030, Akhiri Dualisme Organisasi Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025

Aceh

28 Titik Pipa Gas PGE Terdeteksi Rawan Bocor, Perbaikan Terkendala Pedagang Liar

badge-check


					28 Titik Pipa Gas PGE Terdeteksi Rawan Bocor, Perbaikan Terkendala Pedagang Liar Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.comBukan Tidak mungkin tragedi kebocoran Pipa minyak Plumpang yang merenggut nyawa puluhan jiwa, terjadi di ladang gas PT. Pema Global Energy (PGE) Aceh Utara karena manajemen perusahaan mendeteksi 10 titik jalur pipa gas saat ini rawan mengalami kebocoran. 

External Relation Manager Bustami menjelaskan, di Point B saja, terdapat 18 titik pipa gas dan kondensat yang telah diperbaiki dari kebocoran. Sementara saat ini masih ada 10 titik lagi di point A, harus segera ditangani dari indikasi kebocoran. 

Lanjutnya, cluster 4 dengan generator baru, sudah pastikan memiliki tekanan gas tinggi, disalurkan ke cluster. Sementara pipa bawah tanah di cluster 1,2,3, sepanjang 30 kilometer dari Point A ke PoInt B harus segera direkondisi. Dengan demikian potensi kebocoran lebih besar, karena usia pipa diatas 40 tahun dimakan usia juga korosi. 

Salah satu bukti kebocoran itu sempat terjadi pada pipa listrik tegangan tinggi bawah tanah PGE bulan juni 2024, tepatnya di desa Simpang Rangkaya. 

“Untunglah saat itu juga mampu kita atasi segera, kalau tidak maka pedagang bisa kontak listrik, makanya mereka 19 orang itu kita pindahkan. Kejadian itu persis di bawah pedagang liar itu berjualan,” kata Bustami Senin (12/08) kepada harianpaparazzi.com saat menghadiri persiapan PON di Banda Aceh.

Ungkapnya, disaat pihaknya tengah mendeteksi pipa tua dari kebocoran, di saat itulah para pedagang liar kian menjamur, tepatnya mereka muncul saat covid-19. Seharusnya ratusan pedagang liar sebelum lebaran idul Adha harus dipindahkan ke kawasan baru yang tidak jauh dari jalur produksi PGE. Namun sampai saat ini masih saja tolak tarik ulur antara pedagang dengan pihak manajemen.

“Nah yang namanya pipa kondensat kalo bocor maka habislah semua terbakar dalam hitungan detik, sementara bagaimana kami harus menangani pipa yang rawan bocor itu, sementara diatas pipa itu para pedagang liar semua,” terangnya

Upaya negosiasi perusahan bersama Pemda selama 2 tahun berjalan, namun belum membuah hasil memindahkan para pedagang mulai desa Parang Sikureung hingga desa Simpang Rangkaya. 

Dugaan Pihaknya ada membeking ratusan pedagang liar, tidak cukup sampai di situ para pedagang tersebut juga diminta uang keamanan oleh sejumlah oknum preman.

Tegasnya, dalam bulan agustus ini, pihaknya akan mengambil tindakan dengan cara memindahkan para pedagang tersebut ke lokasi baru, karena sudah 2 tahun pihak perusahaan dengan cara lunak menyurati berkali kali dan membujuk agar tidak berjualan di zona bahaya tersebut. 

Upaya menggusur para pedagang itu, telah disampaikan dalam sejumlah pertemuan ke Pj Bupati, Kapolda, Danrem 011 Lilawangsa. Bahkan Satpol PP mendesak pihak manajemen perusahaan untuk memastikan tanggal pasti jadwal penggusuran. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasional Pabrik NPK PT PIM Kembali Normal

31 Agustus 2025 - 07:28 WIB

Sambut HUT ke-80 Kejaksaan RI, Kejari Agara Gelar Pemasangan KB Gratis dan Donor Darah

30 Agustus 2025 - 05:34 WIB

Aceh Jadi Tuan Rumah Peringatan HAM 2025, Sementara Luka Lama Belum Tuntas

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara

28 Agustus 2025 - 22:45 WIB

PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman

27 Agustus 2025 - 23:11 WIB

Trending di Aceh