Menu

Mode Gelap
BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar

Aceh

Bupati Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Kelahiran Pancasila, Ajak Warga Jaga Persatuan

badge-check


					Bupati Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Kelahiran Pancasila, Ajak Warga Jaga Persatuan Perbesar

Aceh Tenggara, Harianpaparazzi.com-Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, di Lapangan Upacara Setdakab setempat, Senin (1/06/26).

Bupati Aceh Tenggara H.M.Salim Fakhry bertindak sebagai inspektur. Upacara berlangsung khidmat dengan peserta dari ASN, TNI-Polri, pelajar dan Mahasiswa.

Dalam Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D yang dibacakan oleh Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry, dikatakan bahwa peringatan hari Lahir Pancasila bukan sekedar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

Salim Fakhry menjelaskan tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ungkapnya.

Indonesia, lanjut Salim Fakhry, bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Olehnya itu, Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif.

“Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” sebut Fakhry.

Salim Fakhry mengajak seluruh elemen bangsa terutama generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai Ideologi yang hidup. Dirinya juga memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial dan memenuhi rasa keadilan publik menjamin hak masyarakat kecil dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

“Jangan biarkan nilai – nilai luhur ini hanya menjadi hiasan dinding kantor atau teks buku Sejarah,” imbuhnya.

Diharapkan, seluruh elemen bangsa meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dengan terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” pungkasnya. ( M. Yusuf )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Kesepakatan Bersama Perangi Narkotika

1 Juni 2026 - 11:18 WIB

Rayakan Idul Adha 1447 H, Warga Dusun Buket Rata Punteut Sembelih 5 Ekor Lembu dan 5 Ekor Kambing

27 Mei 2026 - 14:45 WIB

Enam Bulan Pascabanjir, Korban Masih di Tenda, DPR RI dan Kemendagri Turun ke Aceh Tamiang

26 Mei 2026 - 14:43 WIB

SPS Aceh Gelar Doa Bersama untuk Ibunda Sekjen SPS Pusat Asmono Wikan

25 Mei 2026 - 21:47 WIB

BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi

24 Mei 2026 - 21:28 WIB

Trending di Aceh