Bandung, Harianpaparazzi.com — Dua mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Jurusan Bisnis, Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menorehkan prestasi membanggakan pada International Business Administration Competition (IBAC) 2026 di Politeknik Negeri Bandung (Polban), 9–11 Agustus 2026.
Riska Yuliana berhasil meraih Juara I Proficient Category, mata lomba Meeting Plan, sementara Raisha Fathia meraih Juara II mata lomba Master of Ceremony (MC). Keduanya berhasil menunjukkan kompetensi terbaik di tengah persaingan mahasiswa politeknik negeri dari berbagai daerah di Indonesia.
IBAC merupakan kompetisi bidang Administrasi Bisnis berskala internasional yang memperlombakan sejumlah kategori. Babak penyisihan dilaksanakan secara daring, sedangkan babak final berlangsung secara luring di Polban Bandung.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat peran penting Yusmika Indah, S.E., M.M., selaku dosen pendamping sekaligus Ka Prodi Administrasi Bisnis, yang mendampingi langsung mahasiswa selama mengikuti kompetisi di Bandung. Pendampingan juga dilakukan oleh Halimatus Sa’diah, S.E., M.M., yang turut memberikan dukungan selama rangkaian perlombaan berlangsung. Kehadiran dan pendampingan keduanya menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan, motivasi, dan kepercayaan diri mahasiswa hingga mampu meraih hasil terbaik.
Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST. M.Eng.Sc. IPM. ASEAN Eng. APEC Eng, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Riska dan Raisha menjadi bukti bahwa mahasiswa PNL memiliki kompetensi, kreativitas, dan keberanian untuk bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Kami bangga atas prestasi ini. Ini bukan hanya tentang piala, tetapi tentang keberanian mahasiswa menguji kompetensi dan membawa nama PNL dalam kompetisi yang lebih luas,” ujarnya.
Ketua Jurusan Bisnis PNL Diana, SE. M.Si. Ak. CA menyampaikan bahwa kedua mahasiswa tersebut sebelumnya telah melalui seleksi internal dan mendapatkan pembinaan dari dosen sesuai bidang kompetensi masing-masing. Proses tersebut menjadi bagian dari komitmen Jurusan Bisnis dalam membangun budaya prestasi dan meningkatkan daya saing mahasiswa.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani mengambil ruang kompetisi,” ujarnya.
Capaian Riska dan Raisha menjadi bukti bahwa pembinaan yang terarah dan keberanian berkompetisi dapat melahirkan prestasi sekaligus membawa nama PNL semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.






