Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com — Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) meraih 12 medali pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik Se-Indonesia di Politeknik Negeri Medan, Sumatera Utara. Capaian itu terdiri atas dua emas, lima perak, dan lima perunggu, meningkat dari prestasi yang diraih pada PORSENI sebelumnya.
Capaian tersebut diapresiasi dalam temu ramah mahasiswa berprestasi yang digelar PNL, Senin, 10 Agustus 2026. Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, M.Eng., Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan prestasi tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan.
“Prestasi ini tentu membanggakan, namun sekaligus menjadi bahan evaluasi. Kita harus belajar dari politeknik lain, melihat apa yang menjadi keunggulan mereka dan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan prestasi PNL ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman bertanding di tingkat nasional perlu diterjemahkan ke dalam pembinaan yang lebih terukur, mulai dari kesiapan fisik dan mental, disiplin latihan hingga teknik pertandingan. Mahasiswa yang masih memiliki kesempatan juga didorong kembali memperkuat kontingen PNL pada PORSENI berikutnya di Semarang. Sementara lulusan diharapkan dapat meneruskan pengalaman sebagai pelatih atau pembina.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL, Ir. Syukri, S.T., M.T., mengatakan peningkatan jumlah medali emas menjadi sinyal positif bagi pembinaan mahasiswa. Namun, capaian itu harus diikuti dengan peningkatan kualitas latihan dan mental bertanding.
“Jangan cepat puas dengan pencapaian hari ini. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Dua medali emas PNL diraih Wiesnu Hadi Sunjaya dari Pencak Silat dan Muhammad Nabil Adira dari Kempo. Lima medali perak disumbangkan Muhammad Fahrezi dari Kempo, Cut Putri Izzatul Jannah Ayuka Muros dari Pencak Silat, Balqisa Humaira dari Kaligrafi, serta Muhammad Imam Abiyyu dan Muhammad Faris Hamzah dari Panahan.
Adapun lima medali perunggu diraih Muhammad Imam Abiyyu dari Panahan, Ahmad Aulia Fahlevi, Annisa Sakhara Rahmah dan Muhammad Tasliman dari Taekwondo, serta Anjali Deya Rani Sinaga dari Pencak Silat. Dengan demikian, 12 medali tersebut diraih oleh 11 mahasiswa dari sejumlah program studi dan cabang olahraga maupun seni.
Manajer Kontingen PORSENI XV PNL, Ipan Suandi, S.T., M.T., mengatakan kekompakan menjadi salah satu kekuatan kontingen selama kompetisi. Menurut dia, berbagai kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi ajang berikutnya.
Bagi PNL, 12 medali tersebut bukan sekadar capaian kompetisi. Prestasi itu menjadi rekam jejak kerja keras mahasiswa, pelatih, pembina, manajemen kontingen, pimpinan dan keluarga sekaligus pengalaman berharga dalam membentuk disiplin, sportivitas, kepercayaan diri dan mental kompetitif mahasiswa.
PNL selanjutnya akan menjadikan pengalaman PORSENI XV sebagai pijakan untuk memperkuat pembinaan dan memperluas basis mahasiswa berprestasi. Dengan target yang lebih tinggi, PNL bersiap menghadapi PORSENI berikutnya di Semarang dengan kontingen yang lebih matang dan kompetitif.






