Aceh Utara, Harianpaparazzi.com — SMK Negeri 1 Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, menerima dana revitalisasi sebesar Rp4,8 miliar untuk perbaikan bangunan dan fasilitas sekolah pascabanjir bandang yang melanda kawasan tersebut tahun lalu.
Kepala SMK Negeri 1 Baktiya Barat, Ahmad Sodiqin, S.ST, Jumat (22/05), mengatakan tingkat kerusakan sekolah sebenarnya jauh lebih besar dibanding bantuan yang diterima.
“Kalau dihitung keseluruhan, kebutuhan rehab rekon sekolah ini paling tidak sekitar Rp10 miliar,” kata Sodiqin.
Menurutnya, dana revitalisasi Rp4,8 miliar tersebut hanya mampu membiayai sekitar 10 item prioritas perbaikan sekolah yang terdampak banjir.
Item pekerjaan tersebut meliputi ruang bengkel bubut, bengkel mesin, ruang menjahit, pergantian atap gedung, penimbunan lantai ruang belajar, penggantian keramik, renovasi aula, mushalla, MCK, ruang kantor hingga pengadaan mobiler baru.
Selain itu, sejumlah ruang kelas juga mendapat peninggian lantai, pergantian atap dan kusen bangunan.
Sodiqin menjelaskan, seluruh bangunan sekolah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 2,5 meter yang disertai lumpur.
“Semua peralatan praktik seperti mesin las dan mesin ketam rusak akibat banjir,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kerusakan juga terjadi pada seluruh mobiler sekolah yang dinyatakan rusak total.
Bahkan sekitar 120 unit komputer dilaporkan hangus dan tidak dapat digunakan lagi.
“Seluruh data sekolah, LPJ, inventaris, KIP dan buku pustaka juga musnah,” katanya.
Menurutnya, sekitar 2 ribu buku perpustakaan telah dihapus asetnya melalui mekanisme pemusnahan aset.
Terkait besarnya nilai revitalisasi yang diterima, Sodiqin mengatakan analisis teknis dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dilakukan oleh pihak konsultan.
Ia mengaku, saat proses pendataan kerusakan, waktu yang diberikan kementerian hanya sekitar dua minggu.
“Sebagai kepala sekolah baru, sebenarnya kami berharap anggaran lebih besar untuk memperbaiki kondisi sekolah, tetapi analisis kerusakan dan perhitungan semuanya dilakukan konsultan,” ujarnya.
Dari hasil diskusi bersama guru dan pihak sekolah, akhirnya ditetapkan sejumlah bangunan prioritas yang harus direhabilitasi terlebih dahulu.
Prioritas tersebut meliputi tiga gedung dengan total delapan ruang kelas, gedung praktik kayu, aula, mushalla serta MCK sekolah.
Menurut Sodiqin, aula sekolah yang kini ikut direnovasi sebelumnya memang belum pernah difungsikan secara optimal sejak selesai dibangun.
Sementara itu, kondisi pagar sekolah yang mulai mengalami kemiringan direncanakan akan diperbaiki melalui dana revitalisasi reguler.
Saat ini progres pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah disebut telah mencapai sekitar 60 persen.
Pihak sekolah menargetkan seluruh pekerjaan selesai dalam batas waktu 120 hari sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan.
Sebagai informasi, SMK Negeri 1 Baktiya Barat memiliki luas lahan sekitar 43.301 meter persegi dan memiliki lima program keahlian, yakni Desain dan Produksi Busana, Teknik Pengelasan, Desain Pemodelan Informasi Bangunan, Kriya Kreatif Kayu dan Rotan serta jurusan Animasi. (firdaus)







