Kuala Simpang, Harianpaparazzi.com – Sebanyak 122 keluarga korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Aceh Tamiang akhirnya menerima santunan kematian dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta per ahli waris itu diserahkan langsung kepada keluarga korban di kantor bupati setempat, Rabu (11/03), setelah melalui proses pendataan dan verifikasi dari tingkat desa hingga kabupaten.
Penyerahan santunan tersebut menjadi salah satu bentuk penegasan pemerintah atas bantuan yang selama ini dinantikan keluarga korban pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kuala Simpang dan sekitarnya.
Para penerima santunan diwajibkan membawa dokumen administrasi seperti Kartu Keluarga dan KTP, serta mengisi data pribadi sebelum bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan Kemensos kepada ahli waris korban.
Salah satu penerima bantuan, Mulyono (41), warga Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, menceritakan pengalaman tragis yang dialaminya saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut. Ia bersama keluarganya terombang-ambing arus banjir selama dua hari tanpa makanan dan minuman.
Menurutnya, selama dua hari itu ia bertahan dengan berpegangan pada seng bekas dan lemari es yang hanyut terbawa arus. Namun di tengah derasnya arus air, tepat di depan kantor bupati, pegangan terakhir dengan istrinya terlepas saat ia berusaha menyelamatkan anak-anak mereka.

“Arus air sangat kuat. Saya harus menyelamatkan anak-anak. Saat itulah tangan istri saya terlepas,” ungkapnya kepada wartawan.
Setelah banjir mulai surut, Mulyono baru mengetahui dari aparat desa bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia. Ia mengaku hingga kini bantuan yang diterimanya baru berupa santunan Rp15 juta, sementara bantuan lain belum ia terima.
Meski demikian, Mulyono mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap keluarga korban bencana. Ia berharap pemerintah dapat segera membantu penyediaan hunian tetap dan kesempatan pekerjaan agar dirinya dapat menghidupi anak-anaknya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa penyaluran santunan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bantuan sosial bagi korban banjir yang terdampak luas di wilayah tersebut.
Menurut Ahmad Yani, pada tahap pertama tercatat 7.575 kepala keluarga atau sekitar 26.725 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 122 korban meninggal dunia tercatat menerima santunan dari Kemensos, dengan satu data tambahan yang masih dalam proses verifikasi administrasi.
“Proses verifikasi data dilakukan secara berjenjang mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten untuk memastikan ketepatan penerima bantuan,” kata Ahmad Yani.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah masih membuka peluang tahap lanjutan pendataan bagi masyarakat yang hingga saat ini belum terdaftar sebagai penerima bantuan.
Selain santunan kematian, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan sosial lainnya melalui **PT Pos Indonesia mulai Kamis (12/03). Bantuan tersebut mencakup jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan, bantuan penggantian perabot rumah tangga Rp3 juta, serta bantuan pemulihan ekonomi Rp5 juta per keluarga.
Ahmad Yani memastikan bahwa masyarakat yang rumahnya masuk kategori rusak ringan maupun rusak sedang tetap akan memperoleh bantuan berupa jaminan hidup, penggantian perabot, serta dukungan pemulihan ekonomi.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memastikan bantuan tersebut tersalurkan sepenuhnya kepada masyarakat terdampak sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Jika ada bantuan yang tidak sampai ke tangan masyarakat, maka pihak kantor pos sebagai penyalur akan menerima konsekuensinya,” tegasnya. (Firdaus)







