Menu

Mode Gelap
Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara

News

Upacara Kesaktian Pancasila di Museum Ahmad Yani, Mengenang Jasa Pahlawan dan Meneguhkan Nilai Kebangsaan

badge-check


					Upacara Kesaktian Pancasila di Museum Ahmad Yani, Mengenang Jasa Pahlawan dan Meneguhkan Nilai Kebangsaan Perbesar

Jakarta, harianpaparazzi.com — Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di tingkat Kota Jakarta Pusat berlangsung dengan khidmat pada Selasa, 1 Oktober 2024, bertempat di Museum Jenderal Ahmad Yani. Museum ini, yang dulunya bernama Sasmita Loka Pahlawan Revolusi Ahmad Yani, diresmikan kembali pada 5 November 2008 dan menjadi simbol peringatan terhadap jasa para Pahlawan Revolusi.

Dalam upacara ini sejumlah pejabat penting, termasuk Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, S.Sos., M.AP., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Ia didampingi oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si., dan Dandim 0501/JP Kolonel Inf Bangun I.E. Siregar, S.H., MIPOL.

Upacara ini juga dihadiri oleh keluarga besar para Pahlawan Revolusi, termasuk keluarga Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Letjen (Anumerta) M.T. Haryono, dan Aipda (Anumerta) Karel Sadsuitubun. Kehadiran mereka menambah suasana khidmat, sekaligus menjadi pengingat akan pengorbanan besar yang telah mereka lakukan demi tegaknya ideologi Pancasila di tengah ancaman pemberontakan. Amelia Yani, putri ketiga dari Jenderal Ahmad Yani, turut menyampaikan puisi berjudul “Suara dari Keabadian” sebuah penghormatan untuk sang ayah dan pahlawan lainnya.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma menekankan pentingnya peringatan Kesaktian Pancasila sebagai sarana untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. “Peristiwa G30S/PKI yang terjadi tepat pada 1 Oktober, tidak hanya menjadi catatan sejarah dalam buku, tetapi sebuah kenyataan yang sangat dekat dengan kita. Hari ini kita memperingati bukan hanya untuk mengingat, tetapi untuk meneguhkan kembali bahwa Pancasila adalah Dasar Negara yang harus terus kita pegang erat,” ujar Dhany di Museum Jenderal Ahmad Yani. Selasa (1/10/2024).

Lebih lanjut, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombespol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa upacara ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta, terutama pelajar, untuk merasakan langsung nuansa sejarah yang ada. “Dengan melaksanakan upacara di Museum Ahmad Yani, peserta upacara dapat benar-benar merasakan bagaimana peristiwa ini terjadi, sehingga menjadi pembelajaran penting bagi kita semua agar sejarah tidak terulang,” tuturnya di lokasi yang sama.

Malam sebelum upacara, telah dilaksanakan pengajian bersama keluarga besar pahlawan revolusi dan masyarakat sekitar sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para Pahlawan. Pengajian ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang menekankan pentingnya mengenang jasa-jasa pahlawan dalam suasana yang lebih religius dan penuh kesyahduan. Acara ini juga diharapkan dapat memberikan kesadaran akan besarnya pengorbanan para pahlawan bagi bangsa dan negara.

Setelah upacara, rombongan peserta upacara akan melanjutkan dengan prosesi tabur bunga di dua lokasi bersejarah, yaitu di tempat gugurnya Mayor Jenderal (Anumerta) M.T. Haryono dan Aipda (Anumerta) Karel Sadsuitubun. Prosesi tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan langsung kepada para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa tersebut, serta sebagai simbol pengingat bagi generasi muda akan nilai-nilai kepahlawanan.

Upacara ini juga diharapkan dapat menjadi momen refleksi bagi seluruh peserta, terutama generasi muda, untuk memahami arti penting dari Pancasila dan menjaga keutuhannya. Melalui peringatan di tempat yang sangat bersejarah ini, semangat dan jiwa pengabdian para pahlawan revolusi diabadikan agar terus hidup dalam ingatan bangsa Indonesia.

Kehadiran keluarga besar para pahlawan revolusi dan prosesi tabur bunga menegaskan bahwa peristiwa G30S/PKI tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga sebuah pelajaran yang harus dijadikan pedoman dalam menjaga kesatuan bangsa. Upacara ini bukan hanya memperingati pengorbanan, tetapi juga memperkuat kembali kesadaran bahwa Pancasila adalah landasan negara yang harus terus dijaga dan dipertahankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Door Stop Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang: 28 Kasus Terungkap, 860 Gram Sabu dan 40 Batang Ganja Disita

20 Mei 2026 - 22:23 WIB

Polisi Amankan Pria Pemilik Puluhan Paket dan Tanaman Ganja di Deli Serdang

20 Mei 2026 - 20:36 WIB

Pemkab Agara Akan Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Senin Depan

20 Mei 2026 - 19:38 WIB

Operasi GSN di Pagar Jati, Dua Pria Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu

20 Mei 2026 - 13:39 WIB

Kasus Dugaan Penggelembungan Harga Bansos PENA Samosir Masih Dalam Tahap Pemeriksaan

20 Mei 2026 - 12:54 WIB

Trending di News