Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Trading Sulfur PEMA Disorot, PPA Mau di Serobot?

badge-check


					Trading Sulfur PEMA Disorot, PPA Mau di Serobot? Perbesar

Aceh, Harianpaparazzi – Lembaga percepatan pembangunan Aceh (PPA) tampaknya mendapat intimidasi dari salah satu oknum jajaran PT PEMA, bukan tanpa sebab, sorotan dan kritikan tajam dari koordinator (PPA) Tri Nugroho Panggabean terhadap kegiatan trading Sulfur yang ada di pelabuhan Langsa, tampaknya timbul niatan untuk di bungkam.

Lain halnya dengan sambutan bagus dari Gakumdu LH RI, yang mengeluarkan perintah kepada DLH kota Langsa untuk segera memberikan sanksi kepada PT. PEMA yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan berupa kegagalan dalam pengelolaan limbah air.

Intimidasi itu datang dari oknum berinisial R yang diduga merupakan salah satu staf di perusahaan daerah tersebut. Tak tanggung-tanggung, ia memperingatkan Tris untuk tidak lagi mengkritisi kegiatan trading Sulfur itu

“saya diperingati untuk tidak lagi mengganggu kegiatan Trading sulfur oleh PEMA, nadanya juga seperti intimidasi,” Ungkap koordinator percepatan pembangunan Aceh, Tri, Minggu (16/3/2025).

Mirisnya lagi, R membawa bawa nama gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem diduga agar dapat mengurungkan niat Tri agar tidak lagi mengkritisi dan mendesak DLH kota Langsa untuk menjalankan perintah dari Gakumdu LH RI.

“katanya gini, Jangan diganggu lagi bang,itu mualem yang urus sekarang, bahaya buat abang,” kata Tri seraya membaca chat oknum tersebut.

Tri mengaku tak goyah terhadap intimidasi itu, ia menegaskan, akan tetap berjuang hingga titik darah penghabisan untuk melawan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT PEMA.

“intimidasi adalah makanan sehari hari kita sebegai pemerhati lingkungan, kita akan tetap kawal sampai titik darah penghabisan,” Ujarnya.

Sekedar mengingatkan, Gakumdu LH RI, mengeluarkan hasil penyelidikan terhadap PT PEMA yang melakukan trading Sulfur di pelabuhan Langsa, disitu didapati bahwa perusahaan daerah itu tidak melakukan pengelolaan limbah air secara benar.

Anehnya, DLH kota Langsa seakan diam terkait hal itu, bahkan instansi tersebut memberikan izin operasi seakan segalanya telah dipenuhi oleh perusahaan daerah itu.

Hal itu juga memancing salah satu anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias haji Uma yang mengkritisi hal tersebut.( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bisnis Walet Ilegal di Jantung Kota Lhokseumawe bertahun-Tahun Tanpa PAD, Kini Disasar Pemko

22 April 2026 - 20:48 WIB

247 Jemaah Haji Aceh Timur Siap Berangkat, di tengah pasca Banjir dan Situasi Global

22 April 2026 - 17:54 WIB

PENGHARGAAN & APRESIASI, Polda Aceh Lepas Purna Bakti Kasie Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarasi, SH, MM

21 April 2026 - 22:41 WIB

Wakil Bupati Lepas 513 Jemaah Haji, Titip Doa untuk Aceh Utara

21 April 2026 - 19:24 WIB

Sidang Sengketa Pemberhentian Direksi PEMA, Penggugat Soroti Tidak Diserahkannya SK

21 April 2026 - 19:16 WIB

Trending di Aceh