Menu

Mode Gelap
Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers

Aceh

Trading Sulfur PEMA Disorot, PPA Mau di Serobot?

badge-check


					Trading Sulfur PEMA Disorot, PPA Mau di Serobot? Perbesar

Aceh, Harianpaparazzi – Lembaga percepatan pembangunan Aceh (PPA) tampaknya mendapat intimidasi dari salah satu oknum jajaran PT PEMA, bukan tanpa sebab, sorotan dan kritikan tajam dari koordinator (PPA) Tri Nugroho Panggabean terhadap kegiatan trading Sulfur yang ada di pelabuhan Langsa, tampaknya timbul niatan untuk di bungkam.

Lain halnya dengan sambutan bagus dari Gakumdu LH RI, yang mengeluarkan perintah kepada DLH kota Langsa untuk segera memberikan sanksi kepada PT. PEMA yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan berupa kegagalan dalam pengelolaan limbah air.

Intimidasi itu datang dari oknum berinisial R yang diduga merupakan salah satu staf di perusahaan daerah tersebut. Tak tanggung-tanggung, ia memperingatkan Tris untuk tidak lagi mengkritisi kegiatan trading Sulfur itu

“saya diperingati untuk tidak lagi mengganggu kegiatan Trading sulfur oleh PEMA, nadanya juga seperti intimidasi,” Ungkap koordinator percepatan pembangunan Aceh, Tri, Minggu (16/3/2025).

Mirisnya lagi, R membawa bawa nama gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem diduga agar dapat mengurungkan niat Tri agar tidak lagi mengkritisi dan mendesak DLH kota Langsa untuk menjalankan perintah dari Gakumdu LH RI.

“katanya gini, Jangan diganggu lagi bang,itu mualem yang urus sekarang, bahaya buat abang,” kata Tri seraya membaca chat oknum tersebut.

Tri mengaku tak goyah terhadap intimidasi itu, ia menegaskan, akan tetap berjuang hingga titik darah penghabisan untuk melawan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT PEMA.

“intimidasi adalah makanan sehari hari kita sebegai pemerhati lingkungan, kita akan tetap kawal sampai titik darah penghabisan,” Ujarnya.

Sekedar mengingatkan, Gakumdu LH RI, mengeluarkan hasil penyelidikan terhadap PT PEMA yang melakukan trading Sulfur di pelabuhan Langsa, disitu didapati bahwa perusahaan daerah itu tidak melakukan pengelolaan limbah air secara benar.

Anehnya, DLH kota Langsa seakan diam terkait hal itu, bahkan instansi tersebut memberikan izin operasi seakan segalanya telah dipenuhi oleh perusahaan daerah itu.

Hal itu juga memancing salah satu anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias haji Uma yang mengkritisi hal tersebut.( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem, PHE NSO Tanam Ratusan Mangrove dan Tebar 700 Bibit Kepiting

18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana

17 Juni 2026 - 14:43 WIB

Trending di Aceh