Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Saat JAC–STR Menembus Sunyi Pengungsian Sekumur

badge-check


					Saat JAC–STR Menembus Sunyi Pengungsian Sekumur Perbesar

KUALA SIMPANG, harianpaparazzi.com – Jalan menuju Kampung Sekumur, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang, tak lagi layak disebut jalan. Lumpur setebal betis orang dewasa, bekas longsoran bukit, serta batang kayu yang melintang menjadi penanda bahwa wilayah ini masih terkurung luka panjang bencana ekologis November 2025 lalu.

Di ujung jalur terputus itulah rombongan Jeep Adventure Club (JAC) Indonesia bersama Saturday Trail Racing (STR) menghentikan kendaraan. Mesin dimatikan. Sunyi sejenak. Lalu tangis pecah—bukan dari warga pengungsian, melainkan dari relawan yang tak kuasa menahan haru melihat senyum dan lambaian tangan penduduk Sekumur.

“Inilah alasan kami datang. Medannya sangat ekstrem. Karena itu teman-teman STR dan IDI Jakarta mempercayakan JAC sebagai penunjuk jalan. Kami hanya ingin memastikan bantuan dan dokter benar-benar sampai,” ujar Amir, anggota JAC Indonesia.

Misi kemanusiaan ini merupakan penyaluran bantuan hari kedua JAC di Aceh Tamiang. Sepekan sebelumnya, sembako telah disalurkan ke Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka. Kali ini, Sekumur dipilih karena disebut relawan sebagai wilayah paling parah terdampak banjir dan longsor.

Kolaborasi JAC dan STR tak sekadar membawa logistik. Mereka juga memboyong dokter-dokter muda dari IDI Junior Jakarta. Permintaan itu datang dari STR yang lebih dulu melihat kondisi pengungsian: anak-anak, lansia, dan ibu-ibu mengeluhkan sakit pascabanjir, sementara akses layanan kesehatan hampir tak tersedia.

Konvoi jeep dan motor trail bergerak perlahan menembus lumpur dan tanjakan terjal. Beberapa kendaraan harus ditarik bergantian. Di kiri-kanan, sawah tertutup endapan lumpur, kebun rusak, dan rumah-rumah tinggal rangka. Setiap meter perjalanan seolah mengingatkan bahwa bencana bukan hanya menghancurkan alam, tetapi juga memutus akses hidup warga.

Sesampainya di Sekumur, bantuan diserahkan secara sederhana kepada Imam, Kepala Dusun setempat. Tak ada seremoni. Yang paling dinanti justru kehadiran dokter. Tikar digelar, alat medis dikeluarkan, praktik darurat pun dimulai. Keluhan bermunculan: infeksi kulit, demam berkepanjangan, diare, hingga tekanan darah tinggi pada lansia.

“Sudah lama tidak ada dokter masuk ke sini,” ujar seorang ibu pengungsi lirih, memeluk anaknya usai diperiksa.

Bagi warga Sekumur, bantuan dan layanan medis bukan sekadar pertolongan sesaat. “Bantuan dari donasi adalah harapan kami untuk bisa bertahan hidup setelah bencana ekologi mahadahsyat itu,” kata seorang warga.

Saat rombongan bersiap kembali, tak ada pesta perpisahan—hanya jabatan tangan dan tangisan bahagia. Jeep-jeep itu pergi meninggalkan Sekumur, sementara di belakangnya masih tersisa sunyi pengungsian dan harapan agar kemanusiaan tak berhenti pada relawan semata, melainkan dijawab dengan kehadiran negara yang berkelanjutan. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Penanganan Sampah Kayu Pascabencana Aceh Tertahan Administrasi, Satgas Diminta Tunggu Kejelasan

22 Februari 2026 - 09:54 WIB

Trending di Aceh