Menu

Mode Gelap
Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan Massa Bakal Gelar Aksi ke Polres Jika Hingga Kamis Pelaku Penganiayaan Anak Belum Ditangkap Kejari Batu Bara Eksekusi DPO Kasus Penipuan, Buronan Sejak 2022 Akhirnya Ditahan Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat

Aceh

Saat JAC–STR Menembus Sunyi Pengungsian Sekumur

badge-check

Saat JAC–STR Menembus Sunyi Pengungsian Sekumur Perbesar

KUALA SIMPANG, harianpaparazzi.com – Jalan menuju Kampung Sekumur, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang, tak lagi layak disebut jalan. Lumpur setebal betis orang dewasa, bekas longsoran bukit, serta batang kayu yang melintang menjadi penanda bahwa wilayah ini masih terkurung luka panjang bencana ekologis November 2025 lalu.

Di ujung jalur terputus itulah rombongan Jeep Adventure Club (JAC) Indonesia bersama Saturday Trail Racing (STR) menghentikan kendaraan. Mesin dimatikan. Sunyi sejenak. Lalu tangis pecah—bukan dari warga pengungsian, melainkan dari relawan yang tak kuasa menahan haru melihat senyum dan lambaian tangan penduduk Sekumur.

“Inilah alasan kami datang. Medannya sangat ekstrem. Karena itu teman-teman STR dan IDI Jakarta mempercayakan JAC sebagai penunjuk jalan. Kami hanya ingin memastikan bantuan dan dokter benar-benar sampai,” ujar Amir, anggota JAC Indonesia.

Misi kemanusiaan ini merupakan penyaluran bantuan hari kedua JAC di Aceh Tamiang. Sepekan sebelumnya, sembako telah disalurkan ke Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka. Kali ini, Sekumur dipilih karena disebut relawan sebagai wilayah paling parah terdampak banjir dan longsor.

Kolaborasi JAC dan STR tak sekadar membawa logistik. Mereka juga memboyong dokter-dokter muda dari IDI Junior Jakarta. Permintaan itu datang dari STR yang lebih dulu melihat kondisi pengungsian: anak-anak, lansia, dan ibu-ibu mengeluhkan sakit pascabanjir, sementara akses layanan kesehatan hampir tak tersedia.

Konvoi jeep dan motor trail bergerak perlahan menembus lumpur dan tanjakan terjal. Beberapa kendaraan harus ditarik bergantian. Di kiri-kanan, sawah tertutup endapan lumpur, kebun rusak, dan rumah-rumah tinggal rangka. Setiap meter perjalanan seolah mengingatkan bahwa bencana bukan hanya menghancurkan alam, tetapi juga memutus akses hidup warga.

Sesampainya di Sekumur, bantuan diserahkan secara sederhana kepada Imam, Kepala Dusun setempat. Tak ada seremoni. Yang paling dinanti justru kehadiran dokter. Tikar digelar, alat medis dikeluarkan, praktik darurat pun dimulai. Keluhan bermunculan: infeksi kulit, demam berkepanjangan, diare, hingga tekanan darah tinggi pada lansia.

“Sudah lama tidak ada dokter masuk ke sini,” ujar seorang ibu pengungsi lirih, memeluk anaknya usai diperiksa.

Bagi warga Sekumur, bantuan dan layanan medis bukan sekadar pertolongan sesaat. “Bantuan dari donasi adalah harapan kami untuk bisa bertahan hidup setelah bencana ekologi mahadahsyat itu,” kata seorang warga.

Saat rombongan bersiap kembali, tak ada pesta perpisahan—hanya jabatan tangan dan tangisan bahagia. Jeep-jeep itu pergi meninggalkan Sekumur, sementara di belakangnya masih tersisa sunyi pengungsian dan harapan agar kemanusiaan tak berhenti pada relawan semata, melainkan dijawab dengan kehadiran negara yang berkelanjutan. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati Aceh Timur Bantu Irfan Pindah Sekolah, Siapkan Bantuan Pendidikan Lewat Baitul Mal

10 Juli 2026 - 19:21 WIB

Kapolda Aceh Jalin Silaturahmi dengan DJBC Aceh, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

10 Juli 2026 - 10:01 WIB

Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

9 Juli 2026 - 19:38 WIB

Pegadaian Syariah Gelar Khitanan Massal di Aceh Tamiang, 110 Anak Ikuti Program “Langkah Emas Anak Sholeh”

9 Juli 2026 - 13:13 WIB

Babinsa dan Warga Lembur Cor Lantai Jembatan Beton Lawe Sikap

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Trending di Aceh