Menu

Mode Gelap
Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal

Advertorial

Pj Bupati Aceh Utara Tinjau Jembatan Krueng Sawang

badge-check


					Pj Bupati Aceh Utara Tinjau Jembatan Krueng Sawang Perbesar

Lhoksukon, harianpaparazzi.com – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, melakukan peninjauan langsung terhadap jembatan rangka baja di Krueng Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yang kondisinya semakin mengkhawatirkan akibat kemiringan yang terus bertambah, Rabu, 11 September 2024. 

Peninjauan ini dilakukan bersama Kepala Dinas Pengairan Aceh Utara, Camat Sawang Mazinuddin, S.Sos, serta didampingi oleh Muspika dan sejumlah kepala desa setempat.

Fazir Ramli, Keuchik (kepala desa) Gunci, mengungkapkan bahwa untuk penanganan darurat terhadap kondisi jembatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berencana membangun jembatan darurat atau jembatan gantung. Nantinya menyusul pembangunan jembatan rangka baja dari dana yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Aceh. 

“Sebagai solusi sementara sebelum rangka baja jembatan yang miring tersebut dibongkar. “Kondisi jembatan semakin hari semakin miring, dan jembatan darurat sangat diperlukan untuk menjaga aksesibilitas antar wilayah,” ujarnya.

Enam desa yang terhubung oleh jembatan tersebut, yaitu Gampong Gunci, Sawang, Lhok Cut, Kubu, dan Blang Cut, sangat berharap agar pembangunan jembatan baru dapat segera direalisasikan. 

Camat Sawang, Mazinuddin, menekankan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh dan perlu segera ditangani mengingat pentingnya jembatan ini bagi masyarakat setempat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Muspika dan pemerintah kabupaten untuk segera menangani masalah ini. Alhamdulillah, respons dari pihak kabupaten sangat positif,” tambah Mazinuddin.

Mahyuzar, dalam kunjungannya, meminta agar masyarakat mematuhi himbauan yang telah disampaikan, terutama terkait pembatasan beban angkut kendaraan yang melintasi jembatan tersebut. 

“Kendaraan yang diizinkan melintasi jembatan hanya yang memiliki beban maksimal 1,5 ton. Untuk barang-barang berat seperti sawit, padi, jagung, dan material galian, diharapkan tidak lagi melintasi jembatan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahyuzar juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil bebatuan di sekitar area jembatan demi menjaga stabilitas struktur yang masih ada.

“Hal ini sudah disepakati bersama Muspika dan Forkopimda Aceh Utara untuk menghindari hal-hal yang dapat memperburuk kondisi jembatan,” tambahnya.

Kedatangan Pj Bupati Aceh Utara kali ini merupakan yang kesekian kalinya sejak jembatan mengalami kemiringan, menunjukkan komitmennya dalam menangani permasalahan infrastruktur yang menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSU Cut Meutia Terapkan MTBS untuk Balita Sakit Secara Komprehensif

26 Juni 2025 - 14:07 WIB

RSU Cut Meutia Gencarkan Edukasi Pasien di Ruang Tunggu

18 Juni 2025 - 14:04 WIB

Cathlab RSUCM Beri Harapan Baru untuk Pasien Jantung

10 Juni 2025 - 14:03 WIB

Radiologi RSUCM Gunakan Teknologi Digital untuk Diagnostik Presisi

2 Juni 2025 - 14:01 WIB

Fisioterapi RSUCM Bantu Pulihkan Pasien Stroke dan Cedera

28 Mei 2025 - 13:58 WIB

Trending di Advertorial