Taput, harianpaparazzi.com – Sejumlah penerima manfaat Hunian Tetap (Huntap) di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, hingga kini belum menempati rumah yang dibangun pascabencana tahun 2025.
Penyebabnya, sejumlah fasilitas dasar seperti akses jalan menuju lokasi huntap, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih belum berfungsi optimal.
Kondisi tersebut dinilai menjadi kendala utama bagi warga untuk segera menghuni rumah yang telah disiapkan.
Selain itu, sebagian penerima manfaat juga mengaku terdapat beberapa yang masih harus diperbaiki, seperti engsel pintu perbaikan lainnya.
Seperti ditemukan media, Panggabean salah seorang pemilik sedang memperbaiki engsel kunci pintu utama mengatakan, “kami belum menempati menunggu jaringan listrik mengalir ke rumah , termasuk air kebutuhan mendesak”.
Masih dari penerima manfaat, Tobing mengaku belum menempati rumah miliknya tersebut karena keterbatasan air dan aliran listrik yang belum rampung.
“Kami berharap agar kebutuhan dasar huntap segera ditangani mengingat sebagian warga penerima manfaat yang harus memperpanjang masa kontrak rumah sewa pasca bencana tahun 2025 lalu,” pungkas Tobing, kepada media Jumat (10/7/2026).
Tobing mengharapkan, keseriusan Bupati Taput Jonius TP Hutabarat agar pemilik menempati rumah yang betul-betul layak wajarnya diimbangi keseriusan pula oleh pihak terkait pembangunan Huntap.
Seperti diketahui, di kawasan tersebut telah dibangun sebanyak 103 unit hunian tetap yang bersumber dari bantuan Keluarga Besar Maruarar Sirait melalui Budha Tzu Chi, berharap seluruh fasilitas pendukung segera diselesaikan agar huntap dapat segera dihuni dan memberikan manfaat bagi para korban bencana.
Nokman Simanungkalit, Kadis Perkim Lindup dihubungi media Jumat (10/7) mengaku masalah PLN pihak Pemda sudah membuat MoU kepada pihak PLN dan dalam proses pemasangan, sedangkan masalah air bersih saat ini pihak pelaksana kegiatan sedang melakukan penanaman pipanisasi sementara terkait jalan utama menuju huntap akan ditangani pihak PUK.
Namun sebut Nokman pembangunan jalan belum dilaksanakan mengingat akses tersebut masih dilalui kendaraan bermuatan material terkait perbaikan TPT di sisi belakang perumahan. (Marudut)







