Menu

Mode Gelap
BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar

Aceh

Ketua DPRK Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Lantik 8.904 PPPK Paruh Waktu, Terbanyak se-Aceh

badge-check


					Ketua DPRK Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Lantik 8.904 PPPK Paruh Waktu, Terbanyak se-Aceh Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara. Arafat Ali, SE, MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Bupati Ayah Wa yang secara resmi melantik 8.904 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Langkah strategis yang diambil oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE, MM atau Ayah Wa tersebut menjadi momen bersejarah karena jumlah PPPK Paruh Waktu yang dilantik tersebut merupakan yang terbanyak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Menurut Arafat, kebijakan tersebut merupakan salah satu bentuk keberpihakan Pemkab Aceh Utara terhadap para tenaga honorer yang telah lama mengabdi di instansi masing-masing. Dan Ayah Wa telah memperjuangkannya sampai ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada aspek kesejahteraan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi reformasi birokrasi daerah, terutama pada aspek memperkuat kualitas pelayanan publik,” ujar Arafat melalui sambungan telepon, Jum’at, 6 Februari 2026.

Menurutnya, sebelum dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu, para tenaga honorer di Aceh Utara telah melalui berbagai tahapan, seperti melakukan audiensi dengan bupati dan kepada DPRK untuk menyampaikan aspirasi terkait kepastian status dan masa depan pekerjaan mereka.

“Kemudian kami dari pihak legislatif bersama eksekutif akhirnya mengambil kebijakan agar para honorer tersebut mendapatkan legalitas dengan status PPPK Paruh Waktu, sehingga kini mereka sudah memiliki NIP (Nomor Induk Pegawai) sebagai bentuk pengakuan resmi oleh negara,” ungkapnya.

Kata Arafat, terkait besaran gaji atau jerih yang akan mereka terima, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah saat ini, kedepan apabila kondisi keuangan daerah bertambah, maka kesejahteraan para PPPK Paruh Waktu tersebut juga ikut meningkat.

Arafat juga ikut mendorong, agar kedepan Pemkab Aceh Utara terus memperjuangkan peningkatan status dan kesejahteraan PPPK Paruh Waktu yang baru dilantik tersebut secara bertahap, hingga menjadi PPPK Penuh Waktu.

“Untuk PPPK Paruh Waktu yang telah memperoleh SK, agar dapat bekerja lebih baik lagi, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, karena dengan kinerja yang baik, kita harap mereka dapat terus berkontribusi maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.” harap Ketua DPRK Aceh Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SPS Aceh Gelar Doa Bersama untuk Ibunda Sekjen SPS Pusat Asmono Wikan

25 Mei 2026 - 21:47 WIB

BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi

24 Mei 2026 - 21:28 WIB

Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lhoksukon Kembali Dihantam Banjir, Warga Sorot Tanggul Tambal Sulam dan Lemahnya Penanganan

24 Mei 2026 - 16:16 WIB

Keluarga Pasien Asal Matangkuli Apresiasi Layanan Pasang Ring Jantung di RSUD Cut Meutia

23 Mei 2026 - 19:22 WIB

Trending di Aceh