Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

News

Karya Tari “Ba Mamak Ba Kamanakan” Hadirkan Refleksi Hubungan Mamak dan Kemenakan

badge-check


					Karya Tari “Ba Mamak Ba Kamanakan” Hadirkan Refleksi Hubungan Mamak dan Kemenakan Perbesar

Medan — harianpaparazzi.com | Pertunjukan tari “Ba Mamak Ba Kamanakan” akan tampil di Taman Budaya Sumatera Utara pada Rabu (13/5/26) pukul 20.00 WIB. Karya ini menghadirkan refleksi sosial tentang perubahan hubungan mamak dan kemenakan dalam budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

Karya tari tersebut mengangkat sistem kekerabatan Minangkabau yang menganut garis keturunan matrilineal. Dalam tradisi itu, mamak memiliki posisi penting sebagai pembimbing, pelindung, sekaligus sosok yang bertanggung jawab terhadap kehidupan kemenakan, mulai dari pendidikan adat hingga nilai moral.

Namun perubahan sosial dan kehidupan urban perlahan menggeser peran tersebut. Tanggung jawab yang dulunya banyak berada di tangan mamak kini semakin beralih kepada keluarga inti. Dampaknya, hubungan emosional antara mamak dan kemenakan mulai mengalami jarak.

Fenomena itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam pertunjukan “Ba Mamak Ba Kamanakan”. Melalui gerak tubuh, pola lantai, ekspresi, hingga atmosfer panggung, karya ini mencoba menggambarkan konflik batin dan kerinduan terhadap nilai kekeluargaan yang perlahan memudar di masyarakat Minangkabau.

Pengkarya pertunjukan ini adalah Martozet S.Sn., M.Sn., dengan pimpinan produksi Dr. Nurwani S.ST., M.Hum. Konsep artistik dan koreografi turut melibatkan Erik Nofriwandi S.Sn., M.Sn., sementara stage manager dipercayakan kepada Frisdo Ekardo S.Sn., M.Sn.

Penataan musik digarap Yunaidi, tata cahaya oleh Jodi Dafa Jauhara, serta dokumentasi kegiatan ditangani Triadi Syadian.

Melalui karya tersebut, para pengkarya berharap generasi muda kembali memahami pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan nilai adat Minangkabau, termasuk peran mamak yang selama ini menjadi bagian penting dalam identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. (GS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nahkoda Baru FORWAKA Medan Dilantik, Irfandi Dorong Hubungan Harmonis Pers dan APH

13 Mei 2026 - 17:33 WIB

54 Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi Dimusnahkan, Polresta Deli Serdang Bongkar 150 Kasus Narkoba

12 Mei 2026 - 17:57 WIB

Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban untuk Kegelisahan di “Paradoks Indonesia”

12 Mei 2026 - 16:47 WIB

Satresnarkoba Batu Bara Kembali Bergerak, Lokasi Rawan Narkoba di Medang Deras Disisir

12 Mei 2026 - 11:04 WIB

Perkuat Daya Saing Global, Universitas Mercu Buana Konsisten Kembangkan International Undergraduate Program

10 Mei 2026 - 18:14 WIB

Trending di News