Menu

Mode Gelap
RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah Empat Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditahan di Rutan Militer Berkeamanan Tinggi

Aceh

Jembatan Pantai Dona Ditargetkan Rampung Agustus 2026

badge-check


					Tasmadi Pelasana lapangan jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara. Perbesar

Tasmadi Pelasana lapangan jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara.

Aceh Tenggara, Harianpaparazzi.com – Pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara yang sempat putus akibat bencana banjir kini terus dikebut.

Pemerintah menargetkan jembatan tersebut dapat selesai dan mulai difungsikan pada bulan Agustus 2026.

Jembatan Pantai Dona tersebut menghubungkan sejumlah wilayah penting di Aceh Tenggara merupakan akses vital bagi masyarakat.

Sejak mengalami kerusakan parah, aktivitas warga sempat terganggu, terutama dalam mobilitas dan distribusi barang.

Pihak pelaksana lapangan Tasmadi, menyampaikan bahwa proses pembangunan saat ini berjalan sesuai rencana.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembongkaran struktur lama hingga pembangunan konstruksi baru yang lebih kuat dan tahan terhadap arus sungai.

“Progres saat ini per Pebruari sudah mencapai 12 perses. Kita menargetkan jembatan Pantai Dona ini dapat selesai dan mulai difungsikan pada bulan Agustus 2026,” katanya kepada Harianpaparazi.com, Sabtu (4/4/26).

Selain itu, percepatan pengerjaan juga dilakukan dengan menambah tenaga kerja serta mengoptimalkan penggunaan alat berat di lokasi proyek. Hal ini dilakukan agar target penyelesaian pada Agustus 2026 dapat tercapai.

Ia juga menjelaskan panjang jembatan Pantai Dona ini mencapai 200 meter untuk ketinggiannya 2 meter lebih tinggi dari jembatan sebelumnya.

Tasmadi mengatakan bahwa jembatan yang dibangun nantinya memiliki kualitas yang baik, sehingga dapat bertahan dalam jangka panjang hingga 100 tahun dan tahan menghadapi potensi bencana serupa di masa depan.

Sementara itu Sanusi masyarakat di sekitar lokasi berharap pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala apapun.

Ia menantikan segera berfungsinya kembali jembatan tersebut untuk mempermudah aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat berharap jembatan ini bisa segera selesai, karena sangat membantu kehidupan kami,” ujar Sanusi.

Dengan ditargetkannya penyelesaian pada Agustus 2026, diharapkan konektivitas wilayah kembali normal dan roda perekonomian masyarakat dapat pulih sepenuhnya. (M.Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Mahasiswa Laporkan Saiful Mujani ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penghasutan

10 April 2026 - 21:55 WIB

RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara

10 April 2026 - 13:54 WIB

Polres Lhokseumawe Gagalkan Transaksi Sabu 1,5 Kg, Satu Pelaku Ditangkap Tiga DPO

8 April 2026 - 13:33 WIB

KINERJA INSPEKTORAT DINILAI LAMBAT DAN LEMAH, WARGA ATU GAJAH REJE GURU DESAK USUT DUGAAN KORUPSI MANTAN REJE

7 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Aceh