Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

News

FWK Aktif Menjaga Kedaulatan Bangsa

badge-check


					FWK Aktif Menjaga Kedaulatan Bangsa Perbesar

Bogor, harianpaparazzi.com – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Pusat meneguhkan rencana mempertajam ideologi kebangsaan di Tanah Air yang sementara ini dinilai masih belum jelas.

“FWK akan terus mengkampanyekan ideologi kebangsaan untuk kalangan wartawan, supaya media mempunyai ideologi yang kuat,” kata pendiri FWK Hendry Ch. Bangun dalam rapat Pra Rakernas FWK di Jalan Bukit Nirwana Raya 80, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Hendry, apa yang dilakukan oleh FWK sudah sesuai visi FWK yaitu aktif menjaga kedaulatan bangsa dan setia pada Negara Kesatuan Republik Indinesia (NKRI). “Independen, tapi berwawasan kebangsaan,” tuturnya.

Hendry mantan wartawan senior Harian Kompas yang lama menggeluti bidang olahraga merasakan betul,  bagaimana rasa nasionalisme atau kebangsaannya diuji ketika tim olahraga nasional berhadap-hadapan tim manca negara.

“Kami sebagai wartawan Indonesia sering bertemu wartawan asing yang akan meliput tim nasional mereka di stadion. Di situ kami sebagai wartawan olahraga sudah merasakan ketegangan,” kata Hendry, mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Rapat FWK dipimpin oleh  Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane dan dimoderatori Ketua Panitia Pra Rakernas FWK, Dr Budi Nugraha.

Rapat kerja dan sekaligus pra rakernas dihadiri sejumlah wartawan senior antara lain Yesayas Oktavianus mantan wartawan olahraga Harian Kompas, Untung Kurniadi, AR Loebis, dan Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Mohammad Nasir, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Edi Kuswanto, Abdulillah Pahresi, Berman Nainggolan L Radja, Herry Sinamarata, dan Rudy Sitompul.

Untung Kurniadi, pengurus FWK mengusulkan, selain menyelenggarakan diskusi yang bertema kebangsaan, juga perlu dilengkapi dengan wawancara untuk podcast.

“Yang diwawancarai bisa tokoh dari luar atau dalam FWK. Para wartawan senior di sini yang menguasai spesialisasi di bidang masing-masing juga bisa diwawancarai untuk podcast,” kata Untung.

Hendry menegaskan, FWK bicara berdasarkan fakta, bukan asal bicara. Karena itu FWK juga melakukan dan melayani permintaan  riset.
“Kami akan bekerja sama dengan lembaga penelitian di sejumlah perguruan tinggi yang mempunyai reputasi tinggi,” tambah Raja Parlindungan Pane.

Bahkan untuk memperkuat jaringan informasi di daerah-daerah, FWK akan membentuk perwakilan di daerah-daerah. Dengan demikian, bahasan-bahasan yang berkembang dalam diskusi FWK menjadi komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Daya Saing Global, Universitas Mercu Buana Konsisten Kembangkan International Undergraduate Program

10 Mei 2026 - 18:14 WIB

“Batang Patah di Tanah Rantau” Hidupkan Spirit Randai Modern di Taman Budaya Medan

7 Mei 2026 - 18:48 WIB

Batang Patah di Tanah Rantau: Menafsir Ulang Randai dalam Napas Urban Masa Kini

5 Mei 2026 - 22:39 WIB

Pembalap Batu Bara Edo Adika Teddy Tampil Gemilang, Juara Kelas Sports Fairing 150 cc Motoprix Sumut 2026

4 Mei 2026 - 13:22 WIB

Aspirasi Warga Terjawab, Mangihut Sinaga Salurkan Traktor untuk Desa Gajah dan Sukajadi

30 April 2026 - 14:14 WIB

Trending di News