Menu

Mode Gelap
BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar

Aceh

Cegah Korban Lebih Banyak Lagi, Ketua Aliansi Sepuluh Pemuda Desak OJK Audit Sistem BSI

badge-check


					Kantor Bank BSI Cabang Kutacane. Perbesar

Kantor Bank BSI Cabang Kutacane.

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Ketua aliansi Sepuluh Pemuda, Dahrinsyah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera melakukan audit terhadap sistem perbankan di Indonesia, menyusul laporan dana hilang di rekening salah satu nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Kasus serupa sering terjadi, menunjukkan sistem teknologi informasi perbankan di Indonesia masih lemah,” kata Dahrinsyah saat dihubungi harianpaparazzi.com, Senin (17/11/2025). 

Menurut Dahrin, sistem teknologi informasi perbankan yang lemah akan sangat berbahaya bagi perlindungan konsumen dan industri perbankan sendiri. Konsumen akan dirugikan bila dana di rekeningnya hilang, sedangkan industri perbankan akan kehilangan kepercayaan nasabah.

Terkait dengan dana nasabah BSI yang hilang di rekeningnya sebanyak Rp92,2 juta, Dahrin mengatakan pihak bank harus mengganti seluruh dana yang hilang itu, bila nasabah memang memiliki alibi tidak melakukan transaksi perbankan.

“BSI harus melakukan investigasi atas kejadian tersebut dan menjamin sistem teknologi informasinya tidak mudah dibobol sehingga tidak akan memakan korban lain,” tuturnya.

Sebelumnya, dana puluhan juta pemilik salah satu nasabah BSI Cabang Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, hilang dari rekeningnya secara misterius. Dana yang hilang bervariasi antara Rp17 juta, Rp900 ribu hingga Rp18 juta.

Kepala Cabang BSI cabang Kutacane, Khairul Fahmi mengatakan, pihaknya masih menunggu regent wilayah.

“Sudah diambil alih oleh wilayah yang menaungi BSI Kutacane, dimana pihak BSI Cabang tunduk pada wilayah,” ujarnya kepada harianpaparazzi.com, via whatsapp Selasa (18/11/2025). 

Pihak bank tidak tau aliran dana rekening nasabah tersebut, dimana pihak Bank BSI juga menyalahkan nasabah telah mendownload aplikasi yang tidak diketahui resmi apa tidaknya. 

Akan tetapi pihak bank BSI tidak bisa memberikan penjelasan lebih banyak lagi tentang duit nasabah yang hilang, dikarenakan masih menunggu keputusan dari wilayah. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Idul Adha 1447 H, Warga Dusun Buket Rata Punteut Sembelih 5 Ekor Lembu dan 5 Ekor Kambing

27 Mei 2026 - 14:45 WIB

Enam Bulan Pascabanjir, Korban Masih di Tenda, DPR RI dan Kemendagri Turun ke Aceh Tamiang

26 Mei 2026 - 14:43 WIB

SPS Aceh Gelar Doa Bersama untuk Ibunda Sekjen SPS Pusat Asmono Wikan

25 Mei 2026 - 21:47 WIB

BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi

24 Mei 2026 - 21:28 WIB

Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Trending di Aceh