Menu

Mode Gelap
Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers 11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Terima Salinan LPJ Desa Lubuk Cuik Tahun 2025 Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya

Headline

Cagub Bustami Hamzah Kunjungi Pedalaman Aceh Utara Dihadang Ratusan Massa

badge-check


					Cagub Aceh Bustami berdialog dengan warga yang menghadang beliau di pedalaman Aceh Utara.  (harianpaparazzi.com/ist) Perbesar

Cagub Aceh Bustami berdialog dengan warga yang menghadang beliau di pedalaman Aceh Utara. (harianpaparazzi.com/ist)

Siap Membantu dan Menyelesaikan Masalah

Menanggapi hal ini, Bustami langsung menyatakan siap membantu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

“Saya tahu daerah ini, karena saya pernah mengikuti KKN di daerah ini waktu masih kuliah. Daerah ini juga kampung saya,” katanya.

Bustami melanjutkan, kalau semuanya bersatu dan terus bergandengan tangan dalam Pilkada pada 27 November 2024, dia sangat yakin akan mampu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi Aceh saat ini, dimana masyarakatnya banyak yang miskin.

“Kalau kami terpilih menjadi pemimpin Aceh nanti, Insya Allah saya akan menjadi pelayan masyarakat Aceh, karena pemimpin itu pelayan dan bukan dilayani,”

“Sebagai pelayan, maka apa yang dibutuhkan masyarakat yang kita selesaikan dan kita bangun,” katanya.

Semasa menjadi Pj Gubernur, Bustami Hamzah terlibat menyelesaikan proses pembangunan Waduk Krueng Keureuto yang diperkirakan akhir tahun ini segera dioperasikan, karena telah rampung dibangun. 

Waduk Keureuto akan mampu mengairi  areal persawahan seluas 9.421 hektar di Aceh Utara, termasuk Kecamatan Matangkuli. 

Waduk ini dibangun dengan menelan dana sebesar Rp 2,6 triliun lebih yang bersumber dari APBN.

Selain itu, juga untuk penyediaan air baku 0,5 meter kubik per detik, pembangkit listrik PLTA 6,34 MW, serta untuk pengendalian banjir 30 juta meter kubik (mereduksi banjir kawasan Lhoksukon sekitar 30 persen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Belum Pulih, Ekonomi Aceh Tengah Terancam Lumpuh hingga Empat Tahun

11 Juni 2026 - 15:06 WIB

11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan

10 Juni 2026 - 17:51 WIB

Buntut SP3 Pencurian Kayu Pinus di Lahan SHM Dikecam, Kapolres Taput: Tidak Terpenuhi  Unsur Pidana

10 Juni 2026 - 10:49 WIB

Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA

9 Juni 2026 - 16:54 WIB

PHE NSO Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan, Siswa SMPN 6 Lhokseumawe Dilatih Kelola Sampah

9 Juni 2026 - 14:35 WIB

Trending di Aceh