Taput, harianpaparazzi.com – Bencana alam banjir dan longsor (Hidrometeorologi) melanda bumi Tapanuli Utara tahun 2025 selain mengambil korban jiwa, ratusan hektare lahan pertanian masyarakat rusak serta tanggul sungai jebol di beberapa titik.
Tanggul sungai Sigeaon yang jebol di satu titik wilayah kenegerian Siualuompu Kecamatan Tarutung mengakibatkan tergerusnya lahan pertanian warga hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Belum diperoleh informasi terkait tanggul sungai Sigeaon yang dijebol dimaksud. Terlepas apakah pihak BWSS Wilayah II Sumut pihak berwenang telah memprogramkan penanganan perbaikan, yang pasti fakta dilapangan hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Sementara lahan pertanian warga yang rusak dampak dari jebolnya tanggul sungai terpantau juga belum ada upaya perbaikan dari instansi terkait.
Dari pantauan media ini, Senin (3/8/2026), di atas lahan pertanian yang rusak oleh pemiliknya hanya mencoba bertanam jagung seperti terlihat dalam gambar.
“Dari pada dibiarkan kosong yang berpotensi ditumbuhi ilalang lebih baik ditanami jagung walau hasilnya tidak seperti diharapkan”, ujar salah seorang petani disekitar kepada media ini.
Pemilik lahan disekitar mengungkapkan kekuatiran kala hujan lebat yang mengakibatkan banjir lahan pertanian bisa tergerus akibat tanggul sungai yang jebol.
Seperti diwartakan media sesuai keterangan pihak dinas pertanian Taput, menyebut pemerintah Tapanuli Utara melakukan kolaborasi dengan kementerian pertanian dan Kodam I/Bukit Barisan telah melakukan rehab lahan sawah pasca bencana seluas 572 hektare meliputi kecamatan Purbatua, Pahae Jae, Simangumban, Pahae Julu, Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan.
Pada paripurna Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Taput Tahun 2025 pada Juli 2026, Fraksi Golkar DPRD Taput diketuai Ferry Leonard Silitonga dan Sekretaris Oky Ohara Sibarani dalam pandangan fraksi menyampaikan rehab lahan sawah pasca bencana agar ditangani lebih serius mengingat sektor pertanian andalan masyarakat menopang perekonomian.
Fraksi Golkar juga meminta tanggul sungai Sigeaon yang jebol di wilayah Siualuompu Tarutung mendapat perhatian instansi terkait untuk perbaikan.
Tanggul sungai Sigeaon di wilayah kenegerian Siualuompu Tarutung berfungsi menjadi akses utama sebagian besar warga menuju lokasi pertanian.
Selain itu juga menjadi jalan alternatif bagi warga dengan memanfaatkan jembatan diatas sungai yang ada wilayah Pardangguran Desa Hutagalung.
Selain tanggul jebol pun badan jalan yang putus di wilayah kenegerian Siualuompu belum diperbaiki, sehingga jembatan Belly yang dibangun melalui kolaborasi Pemkab Taput dengan TNI belum maksimal dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana transportasi darat.
Piter Thomson Hutagalung Ketua BPD Desa Hutagalung ketika dimintai tanggapan terkait kondisi tanggul jebol serta badan jalan yang amblas akibat bencana hidrometeorologi tahun 2025 berharap pihak terkait memberikan perhatian serius.
Agar buah kolaborasi Pemkab Taput dengan TNI boleh maksimal digunakan perlu perbaikan segera badan jalan yang amblas di sekitaran jembatan Belly tersebut. (Marudut)







