Menu

Mode Gelap
Perlintasan Simpang Durian Kembali Berduka, Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Api Aceh Tengah Masuki Masa Transisi Pemulihan, Kerugian Pascabencana Tembus Rp6,9 Triliun BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap

Aceh

Anggota DPRA Kecam Tindakan Oknum TNI AL yang Tewaskan Warga Sipil di Aceh Utara

badge-check


					Anggota DPRA Kecam Tindakan Oknum TNI AL yang Tewaskan Warga Sipil di Aceh Utara Perbesar

Banda Aceh, harianpaparazzi.com – Tgk Sarjani, politisi Partai Aceh yang juga anggota DPRA Komisi VII, mengecam keras tindakan penembakan yang dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Laut (AL) yang menewaskan Hasfiani alias Imam, seorang agen mobil berusia 35 tahun asal Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Imam ditemukan tewas setelah ditembak oleh KLD ETA Dede Irawan, yang diketahui merupakan oknum anggota TNI AL Lanal Lhokseumawe pada Senin (17/03/2025).

Dalam pernyataannya kepada awak media, Tgk Sarjani, yang lebih dikenal dengan sebutan Imum Jon dan merupakan mantan anggota GAM Wilayah Pasee, meminta agar pihak berwenang segera memberikan sikap tegas terhadap oknum TNI AL Lanal Lhokseumawe yang telah menembak warga sipil.

“Saya mengecam keras tindakan kekerasan oleh oknum TNI AL dan mendesak pihak berwenang serta untuk mengusut tuntas kasus ini. Keberanian mereka menembak warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun,” tegas Imum Jon. 

Ia juga menekankan pentingnya keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Sungguh biadab dan sadis perlakuan oknum TNI AL Lanal Lhokseumawe yang telah membunuh warga sipil dengan senjatanya. Kami meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk segera memecat oknum tersebut dan menghukum seberat-beratnya. Jika perlu, hukumannya sesuai dengan hukum Islam, yaitu pembunuh dihukum mati,” tegasnya.

Kasus ini telah menarik perhatian luas dari masyarakat yang berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan transparansi dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Imum Jon meminta seluruh elemen untuk mengawasi kasus ini hingga tuntas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Ia menegaskan agar tidak ada oknum yang menggunakan senjata untuk membunuh rakyat, yang seharusnya dijaga dan dilindungi, melainkan untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan rakyat.

Di akhir pernyataannya, Imum Jon menyampaikan ungkapan turut berduka cita.

“Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat yang terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Imum Jon. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korban Banjir Aceh Tamiang Menanti Realisasi Bantuan, Huntara dan Pemulihan Ekonomi Jadi Harapan Utama

5 Juni 2026 - 19:03 WIB

Satgas PPA Seret Dugaan Kejanggalan Kantor Bupati dan Gedung DPRK Aceh Timur ke Ranah Hukum

5 Juni 2026 - 18:56 WIB

3.373 KK Kehilangan Rumah, Pemulihan Aceh Tengah Masih Bergantung Perbaikan Infrastruktur

5 Juni 2026 - 16:24 WIB

Kantor Operasional BSI dan Gedung SPKT Polda Aceh Beroperasi di Gedung Baru

4 Juni 2026 - 19:41 WIB

Revitalisasi Sekolah Rp192 Miliar Disorot, Wakil Bupati Minta Dugaan Penyimpangan Dilaporkan ke APH

4 Juni 2026 - 16:02 WIB

Trending di Aceh