Menu

Mode Gelap
Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan  Kejari Batu Bara Bongkar Kasus Proyek Jalan Rp43 Miliar, 12 Terdakwa Dituntut, Negara Rugi Rp6 Miliar Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit

Aceh

Pesawat Charter PT PGE Resmi Mengudara: Dukung Mobilitas Industri Migas Aceh

badge-check


					Pesawat Charter PT PGE Resmi Mengudara: Dukung Mobilitas Industri Migas Aceh Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – PT Pema Global Energy (PGE) resmi mengoperasikan pesawat berbadan kecil jenis DHC-6 Twin Otter dengan registrasi PK-ICI Pegasus Air Services. Peresmian pesawat tersebut berlangsung di Lapangan Terbang Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (26/6/2025), disaksikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

General Manager PT PGE, Resha Ramadian, dalam sambutannya mengatakan, pengadaan pesawat ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional migas di wilayah Aceh. Ia menjelaskan, kebutuhan moda transportasi cepat dan efektif mulai dirancang sejak 2021, saat PGE mulai menggencarkan eksplorasi ladang gas baru melalui survei seismik.

“Sejak awal kami berdiskusi intensif dengan BPMA. Solusi transportasi ini hadir untuk mempercepat mobilitas personel antara Banda Aceh dan Lhoksukon, terutama dalam mendukung aktivitas di wilayah kerja kami,” ujar Resha.

Pengoperasian pesawat charter tersebut telah dimulai sejak Mei 2025. Resha menambahkan, momentum ini sekaligus menjadi awal kerjasama yang lebih luas dengan berbagai perusahaan migas lainnya yang beroperasi di Aceh. Ia berharap, investasi di sektor energi semakin optimal dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pesawat DHC-6 Twin Otter yang dioperasikan oleh Pegasus Air Services ini memiliki kapasitas sekitar 19 penumpang. Jenis pesawat ini memang dikenal handal untuk penerbangan jarak pendek dan wilayah dengan infrastruktur bandara terbatas.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PT PGE. Ia menilai, kehadiran pesawat tersebut menjadi simbol kemandirian dalam pengelolaan sumber daya alam Aceh.

“Kalau saya katakan, keberadaan pesawat ini akan mendatangkan keuntungan, bukan hanya bagi PGE tapi juga bagi masyarakat luas, termasuk untuk kelancaran operasional Medco, Pase Triangle, dan perusahaan migas lainnya yang ada di Aceh,” ungkap Muzakir.

Pengoperasian bandara Landeng milik PT PGE sendiri juga tak lepas dari proses panjang koordinasi lintas instansi, mulai dari Dirjen Perhubungan Udara, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Meski berbentuk bandara khusus untuk mendukung operasional industri migas, PT PGE membuka peluang kerjasama dengan perusahaan lain yang membutuhkan layanan penerbangan di rute serupa.

Hingga saat ini, pesawat charter PK-ICI menjadi satu-satunya moda penerbangan rutin dari Banda Aceh ke Lhoksukon untuk kebutuhan internal industri migas Aceh. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem, PHE NSO Tanam Ratusan Mangrove dan Tebar 700 Bibit Kepiting

18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Trending di Aceh