Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

PTPL Harapan Di antara Janji Direksi Baru

badge-check


					PTPL Harapan Di antara Janji Direksi Baru Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe tampak lebih semarak dari biasanya, Senin (30/06/2025). Di balik deretan kursi tamu kehormatan, ada harapan baru, ada beban lama yang belum selesai. Di sinilah, enam nama resmi dilantik untuk menakhodai PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda). Sebuah nama perusahaan daerah yang selama in, lebih banyak menjadi perbincangan dalam bentuk tanya: “Ada hasil nyatanya?”

Pelantikan Direksi dan Dewan Komisaris PTPL ini menjadi peristiwa penting, bukan semata seremoni jabatan. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., dalam sambutannya menyentil tajam realitas.

“Selama ini PTPL jalan di tempat. Tidak ada kreativitas. Tidak ada inovasi yang benar-benar berdampak.”

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Bertahun-tahun PTPL dikenal stagnan, minim terobosan, dengan kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang tidak sebanding dengan penyertaan modal dari APBK Lhokseumawe.

Kini, tongkat estafet itu berpindah ke tangan Habibillah, S.E., sebagai Direktur Utama. Bersama Junaidi, S.E., dan Ir. Muntazar, S.T., M.T., sebagai jajaran Direksi, plus tiga anggota Komisaris, mereka membawa beban ekspektasi publik.

Ekonomi dan Pemerintahan: Di Mana Hasil Nyata?

Secara ekonomi, publik Lhokseumawe bertanya: “Sampai kapan PTPL bergantung pada APBK untuk membayar gaji dan operasional?”

Dalam wawancara eksklusif, Direktur Utama Habibillah mengakui:

“Kami tidak akan muluk-muluk dalam menargetkan capaian. Langkah awal kami adalah inventarisasi, evaluasi kinerja, dan perbaikan tata kelola. Fokus jangka pendek adalah pembenahan Jargas, pergudangan, dan Rumah Sakit PT Arun.”

Habibillah juga berjanji akan membuat laporan keuangan yang lebih transparan dan dapat diakses masyarakat. Bahkan jika memungkinkan, laporan keuangan akan dipublikasikan per triwulan atau per semester, bukan hanya tahunan.

Sosial dan Psikologis: Luka Publik yang Mengendap

Secara sosial, masyarakat Lhokseumawe sudah terlalu sering mendengar istilah “perbaikan PTPL” tanpa pernah melihat hasil konkret. Ada trauma kolektif di kalangan warga, terutama soal akuntabilitas.

Geografis: Potensi Ada, Tapi Belum Tergarap

Dari segi geografis dan potensi daerah, Lhokseumawe bukan kota tanpa peluang. Ada potensi laut, perikanan, jasa logistik, hingga pariwisata pesisir. Sayangnya, selama ini PTPL lebih sibuk mengurus unit-unit lama seperti RS Arun dan Jargas. Inovasi sektor baru? Masih sebatas wacana.

Direktur Utama baru menjawab soal ini dengan hati-hati:
“Pengembangan bisnis baru seperti perikanan dan pariwisata sedang kami kaji. Tidak akan terburu-buru sebelum ada analisis kelayakan bisnis yang jelas,” ujarnya.

Lanjutnya, Kehadiran Direksi dan Komisaris baru di PTPL bukan sekadar wajah baru di struktur manajemen. Ini adalah ujian integritas, ujian kreativitas, dan yang paling penting, ujian kejujuran publik.

Akankah PTPL tetap menjadi papan nama yang hanya cantik di spanduk acara pelantikan, Ataukah ini awal perubahan riil bagi ekonomi Lhokseumawe, Semua mata publik kini mengarah ke satu titik apakah PTPL bisa bangkit atau tetap jalan di tempat seperti dulu. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Aceh