Menu

Mode Gelap
Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

Aceh

Aktivis Minta DPRK Aceh Tenggara Fokus Tangani Banjir

badge-check

Aktivis Minta DPRK Aceh Tenggara Fokus Tangani Banjir Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Salah satu Aktivis Aceh Tenggara, Bung Idham meminta kepada 30 Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) yang sudah dilantik untuk serius memikirkan persoalan daerah dan mencari solusi terhadap banjir yang selalu melanda wilayah setempat.

“Kami meminta kepada DPRK Aceh Tenggara yang baru dilantik fokus dan serius memikirkan daerah. Kalian dipilih rakyat untuk memikirkan penderitaan rakyat bukan sibuk urusan yang tidak penting,” ucapnya kepada harianpaparazzi.com, Sabtu (12/10/2024).

Idham mengaku, semenjak Aceh Tenggara dilanda banjir, amatan dirinya dilapangan dari 30 anggota dewan hanya dua orang terlihat turun ke lokasi untuk meninjau penderitaan rakyat yang menderita karena banjir selalu melanda pemukiman warga.

Dirinya, mengaku, alangkah baiknya nya 30 anggota DPRK itu selaku pengawasan dan penentu anggaran untuk duduk bersama membahas dan mencari solusi terhadap mitigasi bencana di wilayah yang rawan banjir.

Kemudian, seharusnya DPRK dan pemerintah harus duduk bersama untuk membahas mitigasi bencana dan menyusun anggaran terhadap penanganan banjir. Dirinya mencontoh kan di Desa Lawe Hijo ketika hujan turun tanggul di daerah tersebut selalu jebol sehingga air meluap ke pemukiman warga.

Selanjutnya di jembatan nasional Desa Pasar Puntung Kecamatan Semadam, jembatan kuning Kecamatan Bambel itu setiap tahun langganan banjir yang selalu turun dari atas material batu dan kayu gelondongan menghantam pemukiman warga.

“Seharusnya DPRK dan pemerintah memikirkan persoalan itu untuk mitigasi bencana di tahun 2025 , agar dapat mengantisipasi hal itu tidak terjadi kembali. Kalau hanya memberikan bantuan saja, saya pun bisa dan masyarakat pun tidak mau mengharapkan itu, masyarakat mau aman dari bencana,” ujarnya. 

Idham meminta Pemerintah Aceh Tenggara dan DPRK jangan hanya tau memberikan bantuan saja tapi harus cerdas memikirkan mitigasi bencana yang terjadi untuk ditanggulangi.

“Ketika ada korban jiwa, rumah hanyut baru pihak terkait sibuk, tapi kerjakan mitigasi bencana sebelum terjadi bencana,” harapnya. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Setahun Disidik, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dokumen Pembayaran BLT Gampong Blang Majron Berakhir SP3, Temuan Audit Rp107,8 Juta Jadi Sorotan

25 Juli 2026 - 19:59 WIB

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

19 Juli 2026 - 19:16 WIB

Konflik Cot Girek Memasuki Titik Kritis, Nasib 500 Pekerja dan Perpanjangan HGU Berkejaran dengan Waktu

17 Juli 2026 - 22:52 WIB

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

16 Juli 2026 - 19:24 WIB

Sukseskan Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Sekolah TK Al Jabal Nur

16 Juli 2026 - 12:34 WIB

Trending di Aceh