Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

Aceh

Memprihatinkan! Satu Keluarga di Aceh Tenggara Terpaksa Tinggal di Rumah Gubuk Tak Layak Huni

badge-check


					Kondisi Rumah Putra Mandari di desa Pulo Ndadap Kecamatan Lawe Alas Perbesar

Kondisi Rumah Putra Mandari di desa Pulo Ndadap Kecamatan Lawe Alas

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Putra Mandari warga desa Pulo Ndadap, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, bersama istri dan anaknya harus hidup di sebuah gubuk tidak layak huni yang terletak di tengah perkebunan.

Gubuk yang ditempati Putra Mandari bersama keluarganya tersebut berukuran 4×3 meter yang terbuat dari papan dengan atap rumbia yang berlantaikan tanah. Sehingga disaat cuaca hujan rumah tersebut sering kebocoran.

Putra Mandari mengatakan, dirinya hanyalah seorang pekerja serabutan. Untuk kehidupan sehari-harinya saja tidaklah cukup, apalagi untuk memperbaiki rumah.

“Penghasilan saya tidak menentu, karena saya hanya bekerja serabutan. Bahkan segala bantuan dari desa pun tidak tersentuh kepada saya, tapi untuk sementara, saya ikhlaskan dan mensyukuri apa yang ada,” kata Putra kepada harianpaparazzi.com, Minggu (18/05/2025).

Ia mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dirinya kadang diajak bekerja oleh warga yang peduli terhadap dirinya.

“Kadang ada orang baik mengajak (kerja) kuli. Jadi dari situ ada sedikit penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Rusti istri Putra Mandari menambahkan, bahwa keluarganya sempat mengalami hari-hari sulit. Bahkan tidak makan seharian dan terkadang makan nasi memakai Royco (Micin), dikarenakan suaminya tidak mendapatkan rezeki.

“Kami sudah bertahun-tahun tinggal di hutan seperti ini. Keadaan yang serba kekurangan,” ucap Rusti dengan wajah sedih.

Kondisi Rumah Putra Mandari di desa Pulo Ndadap Kecamatan Lawe Alas.

Ia berharap, agar pemerintah bisa membantu untuk memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni bisa menjadi layak dan nyaman untuk ditempati.

“Semoga saja ada bantuan dari pemerintah agar mereka bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan hidup yang lebih baik di masa depan,” katanya. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

50 Huntara Bantuan PLN di Aceh Tamiang Tanpa WC, Warga Terpaksa Menumpang MCK Tetangga

15 Mei 2026 - 20:39 WIB

UMKM Korban Banjir Aceh Tamiang Dijanjikan Bantuan Tunai, Pemda Akui Ribuan Pedagang Terpaksa Berutang

14 Mei 2026 - 20:27 WIB

Lima Bulan Menunggu Janji Bantuan, Warga Kampung Kesehatan Bertahan dari Utang dan Lumpur

13 Mei 2026 - 17:48 WIB

Revitalisasi Miliaran Rupiah Masuk Aceh Utara, Kepala Sekolah Diingatkan Jangan Main Proyek

13 Mei 2026 - 14:27 WIB

Rangkap Jabatan Perangkat Desa di Aceh Tamiang Terbongkar, Gaji Ganda Diduga Mengalir Lebih Setahun

12 Mei 2026 - 23:00 WIB

Trending di Aceh