Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

News

Kedis Pertanian Jatim: Program Pompanisasi Mampu Membuat Petani Melakukan Tanam Lebih Dari Satu Kali

badge-check


					Kedis Pertanian Jatim: Program Pompanisasi Mampu Membuat Petani Melakukan Tanam Lebih Dari Satu Kali Perbesar

JATIM, harianpaparazzi.com — Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan program pompanisasi sebagai antisipasi darurat pangan yang melanda sejumlah negara. 

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya menyampaikan terima kasih karena program tersebut mampu membuat petani di wilayahnya melakukan tanam lebih dari satu kali.

“Dengan adanya program pompa kami dapat mewujudkan Perluasan Areal Tanam (PAT), percepatan tanam padi, dan meningkatkan produksi padi di wilayah Jawa Timur,” ujar Dydik ketika dihubungi, Selasa, 13 Agustus 2024.

Dydik mengatakan Jawa Timur masih mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar di Indonesia selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2020 sampai 2023 dengan kontribusinya sebesar 17,99 persen terhadap produksi padi nasional.

Sebagai contoh, capaian Produksi di tahun 2023 mencapai 9.710.661 ton (gabah kering giling) atau setara dengan beras sebesar 5.607.132 ton. Namun pada tahun 2024, dampak El Nino telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sektor pertanian dan menjadi tantangan besar daerah.

“Perubahan tersebut berdampak pada pola tanam dan pola produksi pertanian sehingga memerlukan perhatian khusus dalam antisipasi serta mitigasi,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Dydik, pertanaman di Jatim dapat menunjang akselerasi tanam dan optimalisasi lahan untuk peningkatan produksi padi melalui bantuan alsintan sehingga Jawa Timur dapat mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional.

Sebagai informasi, pada tahun 2024 Pemprov Jatim telah mendapat alokasi bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian berupa Hand Sprayer sebanyak 999 unit, Pompa air sebanyak 4.056 unit, Traktor Roda 2 sebanyak 218 unit, dan Traktor Roda 4 sebanyak 46 unit.

“Khusus untuk pompanisasi, berdasarkan laporan per 12 Agustus 2024, telah diterima sebanyak 4.125 unit dan sudah terpasang sebanyak 3.929 unit, sisanya sebanyak 196 unit masih berada di Brigade Alsintan, baik yang di Dinas Kabupaten maupun Kodim dan ditargetkan akan terpasang semua sebelum tanggal 17 Agustus 2024,” katanya.

Sementara itu, potensi luas sawah tadah hujan yang dapat dipompanisasi mencapai 170.654,37 Hektar dan telah terealisasi sebanyak 103.658 Hektar. Sedangkan potensi areal tanam padi gogo mencapai 5.439,29 Hektar dan telah terealisasi 1.980,10 Hektar (36,40 persen) dengan capaian Total Perluasan Areal Tanam (PAT) sebesar 105.644 Ha atau 59,99 peraen dari Total Target PAT 176.093 hektare.

“Permasalahan di lapangan belum tercapainya PAT dan pemasangan pompa di Jawa Timur dikarenakan terbatasnya sumber-sumber air yang ada pada saat musim kemarau,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ops Antik Batu Bara Kembali Bergerak, Barang Bukti Sabu dan Timbangan Digital Diamankan

15 Mei 2026 - 18:14 WIB

Lawan Peredaran Narkoba di Sekitar Tahfidz, Guru di Pantai Labu Dapat Dukungan Polisi

15 Mei 2026 - 14:59 WIB

Kapolres Madina Bersilaturahmi ke Kantor SMSI, Bahas Kolaborasi Informasi

15 Mei 2026 - 14:32 WIB

KOTAK Bakar Semangat Wisudawan Universitas Mercu Buana Lewat Deretan Lagu Penuh Energi

15 Mei 2026 - 10:50 WIB

“Bamak Bakamanakan” Bikin Penonton Hening, Luka Pergeseran Adat Minang Naik ke Panggung

14 Mei 2026 - 18:44 WIB

Trending di News