Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Korban Banjir Aceh Tamiang Menanti Realisasi Bantuan, Huntara dan Pemulihan Ekonomi Jadi Harapan Utama

badge-check

Korban Banjir Aceh Tamiang Menanti Realisasi Bantuan, Huntara dan Pemulihan Ekonomi Jadi Harapan Utama Perbesar

ACEH TAMIANG, Harianpaparazzi.com – Ribuan korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih menaruh harapan besar terhadap percepatan realisasi bantuan pemerintah, terutama pembangunan hunian sementara, hunian tetap, bantuan hidup serta pemulihan mata pencaharian yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascabencana yang melanda daerah itu sejak November tahun lalu.

Harapan tersebut mengemuka di tengah komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang menegaskan pemenuhan hak-hak masyarakat terdampak sebagai prioritas utama dalam fase transisi pemulihan pascabencana. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyatakan pemerintah terus berupaya menuntaskan berbagai persoalan pascabanjir dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai fokus utama penanganan.

Namun di lapangan, sebagian masyarakat masih menunggu kepastian berbagai bantuan yang dijanjikan . Sekjen APDESI merah putih Provinsi Aceh, Yusran,S Sos.l,MH , Jumat (5/6), mengatakan kebutuhan paling mendasar masyarakat saat ini adalah tempat tinggal yang layak. Menurutnya, keluarga korban banjir membutuhkan rumah sebagai hak dasar untuk melanjutkan kehidupan setelah berbulan-bulan terdampak bencana.

“Bagi masyarakat, kebutuhan utama saat ini adalah hunian. Sebuah keluarga membutuhkan rumah untuk hidup bersama anak dan istri, bukan tinggal terlalu lama dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Yusran menilai bantuan hidup (jadup) juga menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlangsungan hidup warga yang kehilangan rumah dan sumber penghasilan. Ia menegaskan masyarakat Aceh Tamiang berhak memperoleh perlindungan dan bantuan yang memadai mengingat dampak banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian mereka.

Foto: Sekjen DPD APDESI merah putih propinsi Aceh Yusran, S.Sos.I,M.H, usai menghadiri pertemuan dengan warga korban banjir di kabupaten Aceh Tamiang.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat hingga kini masih belum pulih. Petani yang sebelumnya mampu memperoleh penghasilan hingga ratusan ribu rupiah per hari, kini sebagian hanya mampu membawa pulang sekitar Rp30 ribu per hari. Situasi serupa juga dirasakan pelaku usaha kecil dan pedagang yang mengalami penurunan pendapatan akibat aktivitas ekonomi yang belum kembali normal.

“Jangan hanya melihat bangunan yang berdiri. Lihat kondisi masyarakat di dalamnya. Masih banyak rumah yang belum layak dihuni dan masih banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah wilayah seperti Terban, Sungai Liput dan Opak yang menurutnya masih menghadapi berbagai persoalan pemulihan. Selain itu, sejumlah lahan pertanian dan persawahan juga disebut belum sepenuhnya dapat kembali digarap akibat dampak banjir yang masih menyisakan kerusakan.

Yusran juga menyinggung bantuan pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha kecil yang menurut informasi sebelumnya dijanjikan pemerintah. Namun hingga kini, sebagian masyarakat masih menunggu realisasi bantuan tersebut.

Di sisi lain, Bupati Armia Pahmi mengakui banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Tidak hanya permukiman warga, berbagai fasilitas pemerintahan dan sektor pelayanan publik juga mengalami kerusakan serius sehingga membutuhkan proses pemulihan yang tidak mudah.

“Banjir menghancurkan seluruh sektor krusial di Aceh Tamiang. Pemkab harus bekerja keras memulihkan keadaan dari titik nol,” kata Armia saat menghadiri diskusi After Action Review (AAR) bersama relawan dan perangkat kampung.

Dalam forum tersebut, pemerintah juga menerima berbagai masukan dari masyarakat dan relawan yang selama enam bulan terakhir terlibat dalam penanganan korban banjir. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan pemulihan lanjutan.

Masyarakat kini berharap berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah direncanakan dapat segera terealisasi. Bagi korban banjir, percepatan pembangunan hunian, bantuan hidup, pemulihan ekonomi dan perbaikan sarana pendukung menjadi harapan agar kehidupan mereka dapat kembali berjalan normal setelah berbulan-bulan menghadapi dampak bencana. (daus leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemko Lhokseumawe Buka Seleksi 14 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pendaftaran hingga 6 November 2026

23 Okt 2026 - 21:07 WIB

Pemko Lhokseumawe Buka Seleksi 14 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pendaftaran hingga 6 November 2026

Sayuti Achmad Tawarkan KTA PWI Gratis, Tegaskan Donasi yang Membebani Anggota Harus Dihentikan

23 Okt 2026 - 21:03 WIB

Sayuti Achmad Tawarkan KTA PWI Gratis, Tegaskan Donasi yang Membebani Anggota Harus Dihentikan

Proyek Irigasi Blang Buloh Disorot, Dugaan Material Tambang Tanpa Izin Perlu Ditelusuri

22 Okt 2026 - 19:40 WIB

Proyek Irigasi Blang Buloh Disorot, Dugaan Material Tambang Tanpa Izin Perlu Ditelusuri

Pesan PWI Barsela: Jangan Kami Dimarjinalkan, Habis Manis Sepah Dibuang

22 Okt 2026 - 18:52 WIB

Pesan PWI Barsela: Jangan Kami Dimarjinalkan, Habis Manis Sepah Dibuang

Pembangunan Trotoar di Lhokseumawe Belum Menjangkau Sejumlah Kawasan Ramai

22 Okt 2026 - 16:02 WIB

Pembangunan Trotoar di Lhokseumawe Belum Menjangkau Sejumlah Kawasan Ramai
Trending di Aceh