Menu

Mode Gelap
Puskesmas Muara Batu Bantah Isu Dokter Mangkir: “Pelayanan Tetap Berjalan, Tidak Ada Pasien Terlantar” Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank

Aceh

Ragam Program CSR PHE NSO: Dari Beasiswa hingga Tanggap Bencana

badge-check


					Ragam Program CSR PHE NSO: Dari Beasiswa hingga Tanggap Bencana Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Sepanjang 2025, Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO menjalankan berbagai program TJSL di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Program tersebut mencakup beasiswa mahasiswa, pengentasan stunting, pemberdayaan petani garam, hingga aksi tanggap kebencanaan hidrometrologi.

Program-program TJSL itu disusun melalui kajian sosial mapping, untuk mengetahui tantangan dan potensi sosial di wilayah kerja PHE NSO. Sehingga program yang dijalankan bersifat jangka panjang, tidak sekadar responsif terhadap masalah tetapi mendorong masyarakat untuk mandiri dan tangguh.

“Kami ingin memberikan ruang terhadap perempuan kepala keluarga untuk mandiri dan sebagai aktor perubahan. Begitu juga ingin berperan dalam pengentasan stunting yang sejalan dengan program pemerintah. Kami juga memberikan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa (NSO Scholarships)” ujar Manager Community Involvement & Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, Selasa (31/3).

Ia menjelaskan, selama 2025 PHE NSO menjalankan berbagai program pengembangan masyarakat di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Program-program tersebut meliputi aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan hingga kebencanaan.

Foto: Tim Community Involvement & Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 sedang melakukan pendampingan masyarakat saat implementasi program TJSL.

Tidak sekedar memberikan beasiswa dan penguatan pendidikan di pesisir, lanjut Iwan, PHE NSO juga fokus untuk pengentasan stunting serta pola hidup sehat dan pengembangan ekonomi dengan pemberdayaan petani garam, youth entrepreneur hingga pengemukan sapi.

“Kami juga pendukung mitra dan pemangku kepentingan untuk melakukan aksi menanam pohon. Lalu, aktif dalam kebencanaan hidrometrologi pada akhir 2025,” katanya.

Lebih lanjut ia bilang pengelolaan program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan secara bertahap dan berbasis siklus program. Seperti tahapan perencanaan, pemetaan sosial, penguatan kapasitas masyarakat, dan implementasi kegiatan serta evaluasi dampak.

Jadi, tahapan-tahapan ini bertujuan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai dasar perencanaan yang kuat. Dan, mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Terkait beredarnya dokumen bahwa realisasi minim. Kami ingin menjelaskan bahwa data itu merupakan laporan perkembangan program pada semester pertama. Maka realisasi anggaran pada periode tersebut belum mencerminkan keseluruhan pelaksanaan kegiatan yang dirancang hingga akhir tahun,” katanya.

Ia mengungkapkan dalam pelaksanaan implementasi program di lapangan tentu saja terjadi dinamika. Sehingga, wajar bila terjadi perbedaan antara rencana anggaran dan realisasi pada periode pertama.

“Seluruh program sudah dilaksanakan sesuai dengan standar tata kelola perusahaan migas, dilaporkan dan dimonitor secara berkala oleh SKK Migas. Selain itu, laporan pelaksanaan program juga disampaikan kepada Bappeda setiap tahunnya sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan koordinasi. Kami juga mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ungkapnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mayat Misterius Ditemukan di Laut Lepas 72 Mil dari Pesisir Lhokseumawe

31 Maret 2026 - 18:45 WIB

Mempererat Tali Silaturrahmi, DPPKB Agara Gelar Acara Halal Bihalal 1447 Hijriah

30 Maret 2026 - 21:18 WIB

Koordinasi Lapangan Buruk Picu Konflik, Kadus Dipukul Warga, Penanganan Banjir Disorot

30 Maret 2026 - 13:32 WIB

Rivani Rizki Terpilih Sebagai Ketum POBSI Kota Lhokseumawe 2026-2030

30 Maret 2026 - 13:22 WIB

Puskesmas Muara Batu Bantah Isu Dokter Mangkir: “Pelayanan Tetap Berjalan, Tidak Ada Pasien Terlantar”

29 Maret 2026 - 20:34 WIB

Trending di Aceh